Di sela-sela menghadiri Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyempatkan diri menyambangi Posko Pelayanan Muhammadiyah yang berlokasi tak jauh dari Kompleks Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Kehadiran Haedar di posko yang didirikan oleh warga Muhammadiyah Kabupaten Jombang tersebut disambut hangat. Suasana kian mencair saat Haedar turut mencicipi hidangan bakso sapi hangat yang disediakan Lazismu untuk jemaah Muktamirin maupun masyarakat umum.
“Rasanya gurih, segar, dan dagingnya sangat terasa. Kuah hangatnya bikin melek dan cocok sekali di lidah. Sangat layak dinikmati, jika ditambah bakmi makin bagus,” ujar Haedar sembari tersenyum usai menikmati semangkuk bakso.
Posko yang berjarak sekitar 500 meter dari arena pembukaan Muktamar ini merupakan bentuk partisipasi aktif warga Muhammadiyah Jombang dalam menyukseskan gelaran besar NU yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Panitia menyiagakan 10.000 porsi bakso dan mie telur rebus secara gratis bagi siapa saja yang singgah, di samping menyediakan posko layanan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga berdialog dengan para relawan mengenai kesiapan fasilitas medis yang disiagakan untuk melayani jemaah Nahdliyin selama perhelatan berlangsung. Menurutnya, aksi nyata di lapangan seperti inilah yang menjadi pilar perajut silaturahmi antar-umat.
“Melalui pelayanan ini, kita merajut silaturahmi sekaligus mendukung penuh kesuksesan Muktamar saudara-saudara kita di NU. Inilah kepribadian Muhammadiyah, selalu siap melayani dan merawat ukhuwah dengan siapa saja,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan Muktamar ke-35 NU, Haedar melontarkan harapan besar agar forum tertinggi organisasi pendiri bangsa tersebut berjalan lancar dan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan. Bukan hanya bagi warga Nahdliyin, melainkan juga untuk bangsa dan ranah global.
Ia meyakini bahwa NU memiliki rekam jejak panjang dan pengalaman matang dalam merawat kebersamaan. Perhelatan muktamar ini diharapkan dapat memperkokoh persaudaraan yang melintas batas identitas.
“Saya yakin, dengan membangun ukhuwah yang autentik, kita akan menjadi bangsa yang jauh lebih kuat. Mari bersama-sama NU, Muhammadiyah, dan seluruh elemen masyarakat, terus menjadi pilar utama yang memajukan Indonesia,” pungkas Haedar. (*/tim)
