Silaturahmi Takmir Masjid Baiturrahim di Ar Royyan Buduran: Perlunya Marbot yang Mengedukasi Jamaah

Silaturahmi Takmir Masjid Baiturrahim di Ar Royyan Buduran: Perlunya Marbot yang Mengedukasi Jamaah
www.majelistabligh.id -

Marbot masjid sudah semestinya tidak hanya bertanggungjawab atas kebersihan dan persiapan ibadah di masjid, namun juga perlu dibekali kesabaran dan bekal ilmu untuk mengedukasi jamaah.

Hal itu mengemuka dalam silaturahmi dan dialog antara Takmir Masjid Baiturrahim Gubeng Kerjataja V/C  Surabaya dengan Takmir Masjid Ar Royyan Buduran Sidoarjo, Ahad (20/9/2026). Sebanyak 25 takmir dan jamaah masjid yang dibangun PC Muhammadiyah Gubeng itu sengaja datang untuk berbagi pengalaman cara memakmurkan masjid.

Silaturahmi Takmir Masjid Baiturrahim di Ar Royyan Buduran: Perlunya Marbot yang Mengedukasi Jamaah
Takmir Masjid dan jamaah Masjid Baiturrahim. (dok)

Ketua Takmir Masjid Baiturahim  Gubeng Kertajaya, Wahid Arifin, MPdI menyampaikan, kedatangannya bersama untuk menimba pengalaman bagaimana memaksimalkan fungsi masjid, baik dari segi ibadah maupun sosial. Ia menilai pengalaman Takmir Masjid Ar Royyan dengan pemuda masjidnya yang aktif dan marbotnya yang sabar melayani jamaah bisa sebagai acuan.

“Selain keberadaan pemuda masjidnya yang sudah mahir mengelola dakwah digital lewat medsos, ada satu hal yang bisa kami coba praktikkan adalah kesabaran marbotnya, tidak hanya menjaga kebersihan tapi juga bisa mengedukasi jamaah yang datang,” jelasnya.

Ia lantas menyampaikan pengalaman tentang keberadaan orang-orang yang datang ke masjid, kadang hanya numpang nginap, minum kopi bahkan merokok. Kalau sekali-dua kali, masih bisa ditolerir, namun kalau sudah berkali-kali, tentu membutuhkan strategi untuk mendekati mereka.

Ia berharap dari silaturahmi tersebut, ada beberapa praktik baik Masjid Ar Royyan yang bisa diterapkan di Masjid Baiturrahim Gubeng Kertajaya. Memang ada tantangan, utamanya mengajak pemuda untuk aktif dan berkiprah sebagai penggerak dakwah digital.

Ketua Takmir Masjid Ar Royyan Buduran Ustaz Ridwan Manan menyampaikan pengalaman panjang menghadapi masyarakat dengan beragam karakter. Sebagai ‘Masjid Ramah Musafir’, beragam karakter jamaah banyak ditemui  di Masjid Ar Royyan, mulai dari sekadar datang untuk buang air kecil, mandi, ngopi, ambil jatah makan bahkan juga datang untuk minum dan membawa minuman air putih dibawa bekal perjalanan.

“Namanya ‘Masjid Ramah Musafir’, beragam jamaah yang datang, rombongan pemotor, ada sopir truk, yang awalnya kelihatan ragu-ragu untuk masuk, tapi sama marbot malah dipersilakan masuk dan mandi. Ya memang itulah fungsinya bagaimana cara menarik orang agar datang ke masjid,” jelasnya.

Diakui Kepala Sekolah SMA Al Fattah Sidoarjo itu, tidak semua yang datang punya maksud untuk salat berjamaah. Itu bisa dimaklumi saja. Mereka mau datang sekadar mampir buang air kecil, juga tidak apa-apa. Namun seluruh marbot dan para pemuda masjid sudah dibekali dengan sikap untuk melayani siapapun yang datang.

Dengan pelayananan yang baik, mereka akhirnya bisa merasakan apa manfaatnya masjid. Itulah pentingnya marbot, yang tidak hanya bertanggung jawab atas kebersihan, tapi juga bisa mengedukasi jemaah.

“Untuk dapatkan makan siang misalnya, awalnya seluruh yang datang dipersilakan, namun kini memakai kupon, dan kupon itu diberikan setelah jamaah melaksanakan salat,” jelasnya.

Melayani Seluruh Sekmen Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Masji Ar Royyan Bayu Firdaus menyampaikan takmir membidik jemaah dengan ilmu marketing. Mulai dari anak-anak, pemuda, orang tua, ibu-ibu dan ibu-ibu muda, semua ada wadah kegiatan, baik dalam kemasan kajian maupun lomba atau rekreasi, khususnya untuk anak-anak. Ada kemasan Giat Anak Masjid Ar-Royyan (GAMA) dan GENIUS (Generasi  Islam Unggul dan Santun).

“Yang perlu kami sampaikan, untuk sampai pada tahapan sekarang, butuh proses yang tidak mudah. Memang kami baru terbentuk 1 tahun 6 bulanan, tapi keberadaan pemuda masjid di Ar Royyan juga sudah berkal-kali rekrutmen relawan,” jelasnya.

Selain topik kegiatan dan cara menghadapi karakter jamaah, rombongan Takmir Masjid Baiturrahim juga menanyakan sumber pendanaan Masjid Ar Royyan, yang dikalkulasi perbulan bisa mencapai Rp17 juta bahkan Rp20 juta. Sementara pemasukan dari kotak infak Salat Jumat rata-rata sebesar Rp1,2 juta.

Menurut Bayu, infak di era sekarang tidak bisa hanya mengandalkan orang datang bawa uang ke kotak infak masjid. Dengan memanfaatkan medsos masjid, baik Tiktok, IG, website, pengumpulkan infak bisa lebih beragam. Dengan medsos pula, para donatur tahu betul uang yang telah diinfakan telah dimanfaatkan untuk apa. Kepercayaan ini tentu akan menambah semangat para donatur untuk menyisihkan sebagian rezekinya. (ono)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search