Perlahan aku belajar, bahwa dunia ini hanya persinggahan, bukan tempat menetap. Terlalu banyak sandiwara di dalamnya; tawa yang dipaksakan, kebaikan yang bersyarat, dan kepedulian yang hadir saat ada kepentingan.
Kita berlomba terlihat bahagia, padahal hati sedang terluka. Menampilkan peran terbaik di hadapan manusia, namun sering lupa memperbaiki diri di hadapan Allah. Hari ini dipuji, besok dilupakan. Hari ini dipeluk, esok mungkin dijauhkan.
Firman Allah,
اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ
ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ
“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (QS Al-Hadid 57: 20)
Begitulah dunia—datang dan pergi tanpa janji. Maka itu jangan terlalu menggenggamnya, karena yang fana akan selalu pergi, cukup jadikan dunia di tangan, bukan di hati.
Karena yang kekal bukanlah tepuk tangan manusia, melainkan rida Allah yang menenangkan jiwa.
Semoga beruntung.
