Di tengah teriknya sengatan matahari di kawasan Kemayoran, aroma rendang dan gulai yang kaya rempah menyeruak dari salah satu restoran Nasi Padang di kawasan Rumah Susun Conver. Siang itu, Jumat (23/10/2026), suasana restoran tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa dan wajah-wajah berseri memenuhi ruangan.
Jika kegiatan “Jumat Berkah” umumnya diidentikkan dengan pembagian nasi bungkus di pinggir jalan, Rumah Sakinah Muhammadiyah (RSM) membuat sebuah gebrakan hangat. Mereka memboyong sekitar 100 orang penerima manfaat—mulai dari anak yatim, warga miskin, pekerja nonformal, hingga penyintas KDRT dan TPPO—untuk duduk bersama dan menikmati santapan hangat langsung di meja restoran.
Bagi Dani (15), remaja asal Pasar Jiung, makan siang hari ini terasa sangat istimewa. Sehari-hari, Dani mengais rezeki di bawah terik matahari menjadi badut jalanan. Dengan penghasilan tak menentu—sekitar Rp50.000 per hari—untuk membantu ayahnya setelah sang ibu menikah lagi, bisa makan enak di dalam restoran adalah sebuah kemewahan yang jarang ia rasakan.

“Senang sekali bisa dapat makan siang gratis. Kami doakan semoga Rumah Sakinah makin banyak rezeki dan selalu berkah,” tutur Dani polos, menyapu peluh di wajahnya.
Tawa senada juga terpancar dari Joshua (14), remaja asal Kebon Kosong yang sehari-hari bertahan hidup menjadi pengemis jalanan.
“Kami sangat berterima kasih. Saat panas begini ada yang kasih makan, apalagi lauknya rendang. Semoga Rumah Sakinah bisa terus berbagi,” ungkap Joshua gembira sembari menyantap hidangannya hingga tak tersisa.
Menjaga Martabat, Menguatkan Silaturahmi
Kepala Pengelola Rumah Sakinah, Bunda Ning Purbowati—yang akrab disapa Bu Titik—menjelaskan bahwa konsep mengajak makan langsung di restoran ini sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna dan menghargai para penerima manfaat.
“Kami ingin menggelar Jumat Berkah yang sedikit berbeda. Makanan yang disajikan masih panas, khas masakan Padang, dan mereka menyantapnya dengan sangat lahap. Selain meningkatkan gizi, tujuan utama kami adalah mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Bu Titik, didampingi jajaran pengurus lainnya seperti Bunda Ecih, Bunda Cici, Bunda Anna, Bunda Okta, dan Bunda Ria.
Tak hanya mengenyangkan perut warga rentan, program ini juga menjadi pendorong roda ekonomi lokal dengan melibatkan restoran milik warga sekitar rusun. Ke depannya, UMKM binaan juga akan dilibatkan secara berkala.
Pemberdayaan Berkelanjutan untuk Lingkungan
Rumah Sakinah Muhammadiyah yang didirikan oleh MPKS PP Muhammadiyah ini tak hanya berfokus pada kegiatan karitas (charity). Sebagai bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan, mereka telah meluncurkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), koperasi, hingga lembaga pelatihan.
Bahkan, terdapat pula program pembinaan rutinan seperti “Ngaji Kamis” yang kini berkembang menjadi ruang aman (safe space) dan tempat curhat bagi warga binaan.
“Program karitas seperti Jumat Berkah ini adalah jembatan dakwah agar keberadaan Rumah Sakinah benar-benar terasa dampaknya oleh lingkungan sekitar,” tambah Bunda Ecih Sukaesih, Bendahara RSM yang juga merupakan istri Ketua RW 12 Rusun Conver Kemayoran.
Mengingat banyaknya pekerja nonformal di Jakarta Pusat yang hidup dalam keterbatasan, pihak pengelola membuka pintu kebaikan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin bergandengan tangan mendukung program gizi dan pemberdayaan ini. (*/tim)
Kotak Informasi & Donasi: Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan Infaq, Zakat, dan Sedekah untuk mendukung program gizi serta pemberdayaan warga rentan di Kemayoran, dapat menyalurkannya melalui:
- Bank Syariah Indonesia (BSI)
- No. Rekening: 8888887149
- Atas Nama: RUMAH SAKINAH MUHAMMADIYAH
