Kajian Islam Keluarga Besar SDM Limas Dalami Empat Pilar Kehidupan

Kajian Islam Keluarga Besar SDM Limas Dalami Empat Pilar Kehidupan
www.majelistabligh.id -

Kajian Islam Keluarga Besar Sekolah Inspiratif SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) mengangkat tema ‘Menjalin Silaturahmi, menguatkan Iman, dan meraih keberkahan’, Jumat (16/10/2026) di Masjid At Taqwa Perguruan Muhammadiyah Wiyung.

Kegiatan ini kerjasama SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) dan Pengurus Komite IKWAM SDM Limas, diikuti oleh seluruh guru dan karyawan SDM Limas dan keluarga besar SDM Limas. Kajian menghadirkan mubaligh segudang parikan H. Soejono, M.Pd dan Pengurus LDK PWM Jawa Timur.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) Mationo, MA mengajak seluruh keluarga besar SDM Limas untuk mengikuti kajian Islam perdana ini dengan penuh hikmah.

“Terimakasih atas kerjasamanya kepada bapak ibu Pengurus Komite IKWAM SDM Limas, semoga istiqamah berkelanjutan dan penuh semangat untuk menuntut ilmu buat kehidupan kita baik di dunia maupun akhirat kelak,” imbuh ustaz Yono, panggilan akrabnya.

Sementara itu, H. Soejono, M.Pd memulai dengan tersenyum sambil menoleh ke pembawa acara dan seluruh peserta kajian Islam.

“Belum dimulai wes dibatasi,” kelakar ustadz Jono panggilan akrabnya. “Tapi tidak masalah yang penting materi yang disampaikan padat dan penuh manfaat buat kita semua,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Ustaz Soejono menyampaikan 4 kategori yang bisa selamatkan kehidupan dunia dan akhirat, keempat itu  adalah.

1. Aqidah, Rasulullah tanamkan aqidah di kota Makkah selama 13 tahun. Kalimat “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in” (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) adalah “Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan”. Kalimat ini merupakan bagian dari Surah Al-Fatihah ayat 5 yang selalu dibaca dalam setiap rakaat salat.”Kita hanya madep mancep kepada Allah Subhanallahu Wataala,”tegas ustadz Jono

2. Ibadah, tujuan hidup. Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya’budụn (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ) “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Surat Az-Zariyat Ayat 56. Ayat ini merupakan salah satu dalil paling mendasar dalam agama Islam yang menjelaskan bahwa orientasi hidup setiap makhluk (jin dan manusia) seharusnya berpusat pada pengabdian kepada Allah SWT, baik melalui ibadah ritual (mahdhah) maupun ibadah sosial/umum (ghairu mahdhah). Kita niat ibadah dengan doa sambil menterjemahkan makna bedug di masjid.

3. Muamalat, “Hablum minallah wa hablum minannas” (حَبْلٌ مِّنَ اللهِ وَحَبْلٌ مِّنَ النَّاسِ) berarti “Hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia”.”Kita tidak boleh resek dalam bekerja, tapi kita selalu bermanfaat bagi setiap manusia,” tutur ustaz Jono. Istilah yang berakar dari Al-Quran Surat Ali ‘Imran ayat 112 ini merupakan landasan bagi umat Islam untuk menjaga keseimbangan hidup antara dimensi spiritual (keagamaan) dan dimensi sosial (kemasyarakatan).

4. Akhlaq, kalimat “Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq” (إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ) adalah sebuah hadis Nabi yang berarti “Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” Ini sebagai misi utama kerasulan, di samping membawa misi tauhid untuk menyembah Allah, tugas mendasar dari diutusnya Nabi Muhammad SAW ke muka bumi adalah membentuk fondasi moral dan perilaku manusia agar menjadi mulia,” tuturnya.

Sambil menutup kajian Ustaz Jono ungkapkan parikan, “Lamongan akeh ketek e, nuruti omongan gak onok entek e,” tapi saya kuatir ada pertanyaan dari orang Lamongan,”dimana daerah Lamongan ada ketek e?… Hehe, wes tak ganti aja gulo jowo rasane legi, kulo pamit mugi manfaat ilmu sing dibagi,” tutunya.  (ali shodiqin)

 

Tinggalkan Balasan

Search