Kemendikdasmen Perluas Revitalisasi 71 Ribu Sekolah di 2026

Salah satu sekolah yang telah direvitalisasi, menjadi lebih aman dan nyaman. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersiap memperluas Program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada tahun anggaran 2026. Langkah besar ini diambil menyusul kesuksesan program serupa di tahun 2025 yang berhasil melampaui target.

Pada tahun 2025, Kemendikdasmen mencatat capaian positif dengan merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Program peningkatan sarana dan prasarana yang menelan anggaran sebesar Rp16,9 triliun ini sukses terlaksana 100 persen.

Keberhasilan tersebut menjadi fondasi kuat bagi pemerintah untuk memperluas jangkauan program di tahun 2026, demi memastikan lebih banyak sekolah mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan aman.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan perluasan program ini sesuai arahan Presiden. Pemerintah berencana menambah cakupan sasaran sebanyak 60 ribu sekolah baru pada tahun 2026.

“Insyaallah akan ada tambahan sekitar 60 ribu satuan pendidikan. Dengan demikian, total target perluasan program revitalisasi mencapai 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Menyambung hal itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, memberikan rincian terkait alokasi anggaran untuk target baru tersebut. Ia menjelaskan bahwa anggaran awal sebesar Rp13,4 triliun yang telah siap saat ini ditujukan untuk 11.744 sekolah.

“Target 71.744 merupakan target baru yang meningkat pesat dari rencana awal. Sebanyak 11.744 sekolah sudah memiliki alokasi anggaran (Rp13,4 triliun), sementara rencana tambahan 60.000 sekolah lainnya saat ini sedang dalam proses pembahasan dan penganggaran,” jelas Suharti di Jakarta.

Fokus pada Wilayah 3T dan Pascabencana

Suharti menegaskan, program revitalisasi tahun 2026 akan diprioritaskan bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah yang memerlukan rekonstruksi pascabencana.

Prioritas ini diambil untuk memastikan intervensi pemerintah tepat sasaran sekaligus mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru negeri.

Melalui perluasan program ini, pemerintah berkomitmen mewujudkan visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Diharapkan, lingkungan belajar di Indonesia menjadi semakin aman, nyaman, dan inklusif, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka secara optimal. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search