PDM Kabupaten Malang Tegaskan Muhammadiyah Hadir Melalui “Tahlil Sosial”

PDM Kabupaten Malang Tegaskan Muhammadiyah Hadir Melalui “Tahlil Sosial”
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar Pengajian Daerah di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Ahad (9/8/2026), sebagai momentum mempererat silaturahim sekaligus memperkuat kontribusi Muhammadiyah melalui pendidikan, filantropi, dan pelayanan masyarakat. Kegiatan yang dihadiri sekitar 4.500 jemaah tersebut turut menghadirkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd serta jajaran pimpinan daerah.

Pengajian tersebut merupakan agenda rutin dua bulanan Muhammadiyah Kabupaten Malang. Dalam kesempatan itu, Ketua PDM Kabupaten Malang, Dr H M Nurul Humaidi, MAg menekankan pentingnya menjaga keindahan berorganisasi sekaligus meluruskan sejumlah persepsi publik mengenai identitas dan gerakan Muhammadiyah.

Menurut Nurul Humaidi, Muhammadiyah tidak cukup dipahami melalui simbol ataupun aktivitas keagamaan yang bersifat verbal. Nilai-nilai keislaman harus diwujudkan dalam gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tahlil bagi warga Muhammadiyah bukan hanya diucapkan secara verbal, melainkan diwujudkan dalam bentuk Tahlil Sosial: memperhatikan sesama manusia melalui gerakan amal dan kedermawanan yang menjadi ciri khas organisasi,” ujarnya.

Konsep Tahlil Sosial tersebut, lanjutnya, tercermin melalui berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, sosial, dan filantropi. Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah menghadirkan kemaslahatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu kontribusi yang disoroti ialah pengembangan Pondok Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah (PEM) Gondanglegi. Pesantren tersebut berdiri di atas tanah hibah seluas 1,7 hektare dari keluarga besar PT Polowijo Gosari. Almarhum Jauhar Arifin juga meninggalkan komitmen agar pengembangan fasilitas dan lahan pesantren dapat terus dilanjutkan apabila dibutuhkan.

Selain memperkuat filantropi, Ketua PDM Kabupaten Malang mengajak seluruh pimpinan cabang dan ranting menjaga kondusivitas serta merawat semangat kebersamaan dalam berorganisasi. Menurutnya, kekuatan Muhammadiyah tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada keterlibatan warga dalam menghadirkan manfaat bagi lingkungan.

Sementara itu, Prof. Abdul Mu’ti dalam pengajiannya menyoroti peran strategis Muhammadiyah dalam memajukan Indonesia melalui pendidikan. Ia mengaitkan gerakan Muhammadiyah dengan gagasan Darul Ahdi wa Syahadah, yakni Indonesia sebagai negara kesepakatan yang harus dibuktikan melalui kemajuan dan pembangunan peradaban.

Menurut Prof. Mu’ti, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab sejarah dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang bermartabat untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadaban. Konsep tersebut berakar pada keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar yang menegaskan Pancasila sebagai konsensus bangsa.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kontribusi tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam perjalanan sejarah bangsa. Ki Bagus Hadikusumo, Ir. Soekarno, Kasman Singodimedjo, dan Abdul Kahar Muzakkir disebut sebagai sejumlah tokoh yang berperan dalam perumusan dasar negara di BPUPKI dan PPKI.

Dalam konteks pendidikan, Prof. Mu’ti menekankan pentingnya membentuk generasi Ulul Albab, yakni generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis tingkat tinggi sekaligus kekuatan spiritual. Menurutnya, pendidikan menjadi instrumen penting dan revolusioner untuk membangun bangsa.

“Pendidikan merupakan kekuatan utama transformasi masyarakat, dari masyarakat Jahiliyah menuju masyarakat ilmiah yang bertumpu pada prestasi, penguasaan ilmu pengetahuan, literasi, dan akhlakul karimah,” ujarnya.

“Education, Education, Education,” menjadi penekanan Prof. Mu’ti bahwa kemajuan suatu negara sangat bergantung pada kualitas sistem pendidikannya. Karena itu, pendidikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membangun karakter dan integritas moral.

 

Tinggalkan Balasan

Search