Ribuan insan pendidikan Muhammadiyah memadati Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam penutupan Muhammadiyah Education (ME) Awards 2026, Sabtu (8/8/2026). Ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PWM Jawa Timur ini menjadi panggung apresiasi atas kerja keras para siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga sekolah dan madrasah yang sukses mengukir prestasi.
Atmosfer kemeriahan begitu terasa dengan hadirnya sekitar 3.000 peserta kompetisi—termasuk 150 peserta asal Jawa Tengah—yang didukung oleh 204 pendamping dari 217 sekolah dan madrasah. Tak hanya itu, lebih dari 1.000 peserta penggembira turut memadati lokasi untuk memberikan dukungan moral.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Hidayatulloh, M.Si., menyampaikan apresiasi mendalam sekaligus membakar semangat seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa kemenangan di ajang ME Awards bukanlah garis akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih jauh.
“Selamat atas capaian luar biasa para juara. Namun, jangan cepat berpuas diri hanya menjadi pemenang di lingkungan internal Muhammadiyah. Jadikan capaian hari ini sebagai pijakan untuk melangkah lebih tinggi. Buktikan bahwa kader-kader Muhammadiyah mampu bersaing dan mengukir prestasi di berbagai olimpiade nasional maupun internasional,” ujar Hidayatulloh.
Pesan Strategis Menyambut Indonesia Emas
Dalam amanatnya, Hidayatulloh menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk menyongsong Indonesia Emas. Merujuk pada data Programme for International Student Assessment (PISA), posisi pencapaian belajar siswa di Indonesia masih membutuhkan dorongan besar agar mampu bersaing secara global.
Ia membagikan pengalaman saat melakukan kunjungan bersama rombongan PWM Jatim ke China—negara yang secara konsisten mendominasi peringkat atas PISA sebelum disalip Singapura pada 2022. Dari hasil diskusi bersama Konsulat Jenderal RI di sana, terungkap tiga kunci utama keunggulan performa akademik anak-anak usia 15 tahun di China dalam bidang matematika, sains, dan literasi membaca:
- Kecintaan pada Ilmu: Menumbuhkan rasa cinta belajar sejak usia dini (PAUD dan TK).
- Khitmah dan Penghormatan: Tingginya rasa hormat serta takzim siswa terhadap guru.
- Kedisiplinan Digital: Larangan penggunaan gawai (smartphone) bagi siswa di lingkungan sekolah dari jenjang TK hingga SMA.
Menanggapi poin tersebut, Hidayatulloh mengapresiasi kebijakan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang mulai membatasi penggunaan ponsel di sekolah. Ia mengimbau para kepala sekolah dan guru di lingkungan Muhammadiyah untuk tegas menerapkan aturan serupa demi menunjang fokus serta kualitas belajar siswa.
Mengakhiri arahannya, Hidayatulloh menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan pendidikan berbasis dakwah ini.
“Mari kita dorong kebangkitan bersama, mulai dari siswa, guru, hingga kepala sekolah. Dari Muhammadiyah untuk Indonesia, dari Muhammadiyah untuk dunia,” pungkasnya. || Ahmad Ziddanial
