Di tengah padatnya aktivitas akademik dan administratif, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menegaskan kembali komitmennya merawat nilai-nilai dasar gerakan. Melalui Pengajian Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik), UMKU membedah secara mendalam Kepribadian Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Ruang Serbaguna 1 UMKU, Senin (26/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Pengkajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta Pengembangan Persyarikatan UMKU ini bertujuan memantapkan pemahaman jati diri warga Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di lingkungan kampus.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II UMKU, Dr. Bdn. Islami, S.Si.T., M.Keb., dengan moderator Dekan Fakultas Sains Teknologi dan Fakultas Ekonomi Pendidikan Hukum UMKU, Naili Azizah, S.H., M.H.
Hadir sebagai pemateri utama, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, Hj. Lintal Muna, S.Pd.I., M.Ag. Dalam paparannya, Lintal mengingatkan bahwa Kepribadian Muhammadiyah—yang dirumuskan tim pimpinan KH Fakih Usman dan disahkan pada Muktamar ke-35 di Jakarta tahun 1962—bukanlah sekadar teks seremonial. Dokumen bersejarah ini merupakan landasan filosofis dan pedoman riil gerak Persyarikatan.
Sifat Utama Kepribadian Muhammadiyah
Lintal Muna mengelompokkan sifat-sifat utama Muhammadiyah ke dalam tiga dimensi utama:
- Sikap kepada Sesama: Berjuang demi kedamaian dan kesejahteraan, mempererat ukhuwah Islamiyah maupun wathaniyah, serta mengedepankan kelapangan dada dan pandangan inklusif tanpa mengorbankan prinsip syariat.
- Sikap kepada Agama dan Masyarakat: Berperan aktif dalam dakwah amar makruf nahi mungkar yang berdampak nyata pada perbaikan moral serta pembangunan masyarakat (ishlah).
- Sikap kepada Negara: Taat pada hukum dan falsafah Pancasila, bersikap kritis-konstruktif, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak demi keutuhan NKRI.
“Sebagai penyeimbang, Muhammadiyah senantiasa bersikap korektif ke dalam dan ke luar secara bijaksana. Tradisi berkoreksi diri dan kritik yang membangun ini sangat relevan dengan iklim ilmiah di dunia kampus,” ujar Lintal.
Enam Karakter Perempuan Berkemajuan ‘Aisyiyah
Pada bagian kedua, Lintal memaparkan enam karakter utama ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan berkemajuan, yaitu:
- Pelopor Perempuan Berkemajuan: Mendorong kesetaraan, pendidikan tinggi, dan kemandirian perempuan.
- Gerakan Islam Berkemajuan: Berdakwah dengan karakter wasathiyah (moderat) yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
- Ketahanan Keluarga: Menjadikan keluarga sebagai benteng utama pendidikan karakter melalui relasi yang adil dan saling mendukung.
- Kepedulian Sosial dan Empati: Mengamalkan spirit Surah Al-Ma’un dalam aksi nyata dan pengelolaan Amal Usaha ‘Aisyiyah (AUA).
- Moderasi dan Semangat Belajar: Terus meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan.
- Kemandirian Ekonomi: Memperkuat potensi wirausaha perempuan melalui UMKM dan koperasi.
Melalui pengajian ini, Kepribadian Muhammadiyah dan karakter ‘Aisyiyah disinergikan sebagai kerangka kerja nyata bagi seluruh warga kampus.
Bagi dosen dan tenaga kependidikan UMKU, kajian ini menjadi momentum untuk menyelaraskan tugas profesional pengajaran dan pelayanan administrasi dengan misi dakwah, pencerahan, serta kemaslahatan masyarakat. (*/tim)
