Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Surakarta Siapkan Kepanitiaan

Milad ke-114 Muhammadiyah, PDM Surakarta Siapkan Kepanitiaan
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta mulai mematangkan persiapan menyambut Milad ke-114 Muhammadiyah. Langkah awal ditandai dengan penyerahan surat keputusan (SK) panitia secara simbolis di lantai 2 Balai Muhammadiyah Surakarta, Selasa (6/10/2026).

Sekretaris PDM Kota Surakarta, Drs. H. Rohani mengatakan persiapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian peringatan Milad Muhammadiyah berjalan terkoordinasi.

Menurutnya, Milad ke-114 Muhammadiyah akan diperingati pada 18 November 2026. Puncak peringatan secara nasional direncanakan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah.

“Bersama Membangun dan Menyatukan Bangsa” menjadi tema utama Milad ke-114 Muhammadiyah. Tema tersebut terinspirasi dari nilai persaudaraan dan persatuan dalam Surah Al-Hujurat ayat 10 dan 13.

Rohani menjelaskan, pemilihan Palu sebagai lokasi puncak peringatan memiliki makna tersendiri. Wilayah tersebut pernah mengalami bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi pada 2018.

Karena itu, peringatan Milad tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk membangun kembali semangat kebangkitan, solidaritas, dan persatuan bangsa.

“Milad ini harus menjadi momentum untuk bersama-sama membangun dan menyatukan bangsa,” kata Rohani dalam sambutannya sebelum penyerahan SK panitia.

Ia menambahkan, pelaksanaan Milad Muhammadiyah melibatkan lebih dari 12 subkegiatan. Berbagai lembaga dan organisasi otonom Muhammadiyah diharapkan mengambil peran sesuai tugas dan kapasitas masing-masing.

Banyaknya rangkaian kegiatan tersebut membuat koordinasi menjadi faktor penting. Setiap kepanitiaan tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus saling mendukung agar seluruh agenda dapat terlaksana secara harmonis.

Rohani juga menyoroti tantangan pendanaan yang menjadi salah satu persoalan dalam penyelenggaraan kegiatan di tingkat daerah. Kondisi tersebut menuntut panitia mampu mengelola sumber daya secara efektif dan efisien.

“Yang penting bagaimana kita mengelola kegiatan ini dengan baik, termasuk dalam penggunaan anggaran. Keterbatasan dana jangan sampai menghambat semangat kita untuk menyukseskan Milad,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rohani mendorong panitia di Surakarta segera bergerak setelah SK diterima. Sebagai bagian dari struktur pelaksanaan di daerah, Surakarta memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan secara matang.

Menurut dia, keberhasilan Milad ke-114 Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh panitia pusat. Peran daerah dan seluruh unsur Muhammadiyah menjadi bagian penting dalam memastikan pesan Milad dapat diterjemahkan melalui kegiatan nyata.

“Setelah SK ini diserahkan, segera bekerja. Jangan menunggu terlalu lama karena waktu persiapan semakin dekat,” tegasnya.

Peringatan Milad ke-114 Muhammadiyah sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, kolaborasi, dan kontribusi organisasi bagi kehidupan kebangsaan.

Dengan semangat “Bersama Membangun dan Menyatukan Bangsa”, Muhammadiyah diharapkan tidak hanya merayakan perjalanan organisasi selama 114 tahun, tetapi juga memperkuat peran sosial dan kebangsaannya di tengah berbagai tantangan zaman. (sugiharko)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search