Muhammadiyah: Makan Prasmanan, Bergizi dan Bangun Karakter Siswa

Muhammadiyah: Makan Prasmanan, Bergizi dan Bangun Karakter Siswa
www.majelistabligh.id -

Badan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) mulai menguji coba program Makan Bergizi Berbasis Prasmanan di 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di enam provinsi. Tak sekadar mencukupi asupan nutrisi, inovasi ini dirancang sekaligus sebagai media pendidikan karakter siswa.

Adapun enam provinsi yang menjadi lokasi uji coba meliputi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Lampung, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara.

Direktur BPPGM, M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa penyajian secara prasmanan memudahkan pengawasan mutu pangan agar tetap higienis dan terjaga kualitasnya hingga dikonsumsi siswa. Di sisi lain, model ini menyelipkan nilai edukasi soft skill dalam aktivitas harian.

“Model prasmanan tidak hanya menjaga kualitas makanan, tetapi juga bermuatan pendidikan. Lewat praktik ini, siswa belajar budaya antre, menaati aturan, bertanggung jawab, berdoa, mengambil porsi sesuai kebutuhan, serta merawat kebersamaan,” ungkap Yamin pada Rabu (28/10/2026).

Warisan Tradisi Pesantren dan Boarding School

Yamin menambahkan, penyajian makanan secara bersama-sama sejatinya bukan hal baru bagi Muhammadiyah. Pola ini telah lama berakar di pesantren, boarding school, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Pengalaman panjang tersebut menjadi fondasi kuat BPPGM dalam mengembangkan skema Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya berfokus pada nutrisi fisik, melainkan juga pembiasaan perilaku positif.

“Dalam pelaksanaannya, Muhammadiyah mengembangkan skema yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima manfaat. Pelayanan ini mencakup berbasis sekolah (school kitchen), pesantren, perguruan tinggi, rumah sakit, panti asuhan, hingga layanan umum,” terangnya.

Keberagaman skema tersebut memungkinkan penyelenggaraan program menyesuaikan kondisi lokal. Pengelolaan yang terpusat dan terkoordinasi juga memperketat kontrol kualitas—mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga proses distribusi.

Yamin menegaskan, pengembangan berbagai model ini merupakan komitmen Muhammadiyah untuk membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Melalui uji coba di 20 SPPG ini, kami berupaya mengoptimalkan pemenuhan gizi sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi pendidikan karakter peserta didik,” pungkasnya. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search