Ngunduh Pahala Setara Ibadah Haji

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Haji merupakan salah satu rukun Islam bagi yang mampu lahir batin. Tentu ini membutuhkan biaya dan tenaga yang cukup besar. Masyarakat yang menabung untuk melakukan ibadah haji untuk memenuhi rukun Islam ini sekaligus bisa melihat kakbah, mencium hajar aswad, salat di Masjidil Haram dan lain sebagainya.

Permasalahannya tidak semua orang yang mempunyai uang bisa berangkat haji, dikarenakan estimasi pemberangkatan jamaah haji bisa puluhan tahun karena banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri untuk pergi ke tanah suci.

Lantas amalan apa yang dilakukan agar memperoleh pahala seperti yang dilakukan oleh orang yang haji?

1. Anas bin Malik meriwayatkan dari Nabi:

مَن صلَّى الغَداةَ في جَماعةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يذكُرُ اللَّهَ حتَّى تطلُعَ الشَّمسُ ، ثُمَّ صلَّى رَكعتينِ كانت لَه كأجْرِ حَجَّةٍ وعُمرةٍ قالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ : تامَّةٍ تامَّةٍ تامَّةٍ

Artinya: Siapa yang salat subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas salat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah bersabda, yang sempurna, sempurna, sempurna. (HR. Tirmidzi)

Lebih utama lagi bila sebelum melaksanakan salat subuh berjamaah didahului salat sunah qabliyah subuh. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Ummul Mukminin Aisyah, bahwa Rasulullah bersabda:

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Artinya: Dua rakaat sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan segala isinya. (HR. Muslim)

Banyak istilah yang digunakan untuk menunjukkan dua rakaat sebelum subuh. Dari redaksi hadis tersebut sebagian ulama mengatakannya salat sunah fajar. Adapula yang menamainya sebagai salat qabliah subuh. Ada pula yang mengatakan salat sunah barad atau dingin, karena dilaksanakan ketika hari masih dingin. Ada pula yang menamakan salat sunah ghadat yaitu salat sunah yang dilakukan pagi-pagi sekali.

Dalam kitab Nihayatuz Zain karya Syaikh Nawawi disebutkan bahwa boleh niat salat dua rakaat subuh ini dengan menggunakan ragam istilah tersebut.

Versi lebih lengkapnya adalah:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Di samping itu yang harus diperhatikan adalah anjuran untuk tidak berlama-lama dalam salat, mengingat predikat salat ini adalah salat sunah. Walaupun nilainya lebih berharga daripada dunia seisinya.

Rasulullah saw membaca surat al-Kafirun dalam rakaat pertama (setelah al-fatihah) dan surat al-Ikhlash pada rakaat kedua. Atau membaca surat al-Insyirakh pada rakaat pertama dan Surat al-Fiil pada rakaat kedua.

Sebagai tambahan keterangan dari kitab Nihayatuz Zain bahwa anjuran untuk membaca wirid khusus setelah salat sunah dua rakaat sambil menunggu salat subuh adalah membaca Ya Hayyu Ya Qayyum La Ilaha Illa anta 40 kali, surat Al-Ikhlas 11 kali, surat Al-Falaq satu kali, surat An-Nas satu kali, subhanallah wa bihamdihi, subhanallahil adhim, astaghfirullah 100 kali.

2. Berbakti kepada kedua orang tua

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم وصى رجلاً ببر أمه وقال له “أنت حاج ومعتمر ومجاهد” ويعني: إذا برها

Dari sahabat Anas bahwa Nabi Muhammad saw pernah berpesan kepada seseorang supaya berbakti kepada ibunya. Beliau bersabda: Kamu seperti berhaji, berumrah, dan berjuang di jalan Allah.

3. Membantu saudara yang kurang mampu

Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib berkata:

مشيك في حاجة أخيك المسلم خير لك من حجة بعد حجة

Artinya: Langkahmu untuk membantu kebutuhan saudaramu adalah lebih mulia dari haji berulang ulang.

4. Menjaga lisan untuk tidak menyakiti orang lain.

قال الفضيل بن عياض: ما حج ولا رباط ولا جهاد أشد من حبس اللسان

Artinya: telah berkata Ibnu Iyadh bahwa tidak ada amalan haji, mengikat hewan qurban, dan jihad yang lebih berat untuk dilakukan, mengalahkan menjadi mulut dan lisan.

5. Salat wajib dan salat dhuha di masjid

عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: “من تطهر في بيته ثم خرج إلى المسجد لأداء صلاة مكتوبة فأجره مثل أجر الحاج المحرم ومن خرج لصلاة الضحى كان له مثل أجر المعتمر”

Artinya: barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian keluar rumah untuk mengerjakan salat di masjid maka​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​​ dapat pahala seperti mengerjakan haji sekali. Adapun yang mengerjakan salat Dhuha di masjid maka mendapatkan pahala sekali Umrah.

Demikianlah sebagian dari amalan yang pahalanya setara dengan haji dan umrah asalkan dijalankan dengan istikamah.

Oleh karena itu, bagi kaum muslimin yang berkeinginan naik haji atau umrah baik yang mempunyai uang atau masih mengumpulkannya, namun belum ditakdirkan oleh Allah dan janganlah berkecil hati karena masih banyak cara kita untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Manfaatkan waktu yang sudah diberikan oleh Allah dengan sebaik-baiknya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search