PDM Surabaya Siapkan Lembaga Khusus Dongkrak Kompetensi SDI

PDM Surabaya Siapkan Lembaga Khusus Dongkrak Kompetensi SDI
*) Oleh : M. Jemadi, M.A.
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya kini resmi memiliki pusat pelatihan (training center) di Wonosalam, Jombang, yang diberi nama Muhammadiyah Training Center (MTC).

Meski pembangunan dan penyempurnaan sarana-prasarana belum rampung sepenuhnya, fasilitas yang ada saat ini sudah sangat layak digunakan untuk berbagai kegiatan edukasi, kaderisasi, serta penguatan kapasitas sumber daya insani.

Keberadaan MTC Wonosalam menjadi langkah strategis PDM Surabaya dalam membangun pusat pengembangan SDM yang berkelanjutan. Sambil terus melengkapi fasilitas pendukung, PDM Surabaya berkomitmen mengoptimalkan MTC sebagai sarana pembelajaran dan kaderisasi demi meningkatkan kualitas para penggerak di lingkungan Muhammadiyah.

Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, PDM Surabaya juga menaruh perhatian serius pada penyiapan tenaga ahli yang profesional di bidang pelatihan dan pendidikan. Upaya ini diarahkan untuk mengasah kompetensi para pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM/AUMA) serta kader Persyarikatan agar semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Sebagai langkah konkret, sebanyak 13 akademisi yang memiliki kepakaran di bidang pelatihan dan pendidikan berkumpul untuk membangun sinergi serta merumuskan langkah strategis. Pertemuan ini menjadi bagian penting dari ikhtiar PDM Surabaya dalam menghimpun potensi keilmuan dan pengalaman demi mendukung peningkatan kualitas SDM secara terencana dan berkesinambungan.

Dari ikhtiar tersebut, PDM Surabaya berencana membentuk lembaga khusus, yakni Biro Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Insani (BPKSDI). Wadah ini bertugas merancang, mengoordinasikan, dan mengelola program-program penguatan kapasitas secara terstruktur. BPKSDI diharapkan menjadi motor penggerak penyelenggaraan pelatihan yang sistematis, terukur, serta berorientasi pada kebutuhan nyata organisasi dan AUM.

Pembentukan BPKSDI lahir dari kesadaran bahwa kemajuan organisasi tak cukup hanya ditopang ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi harus diimbangi oleh kualitas manusia yang mengelolanya. Fasilitas pelatihan yang memadai perlu ditunjang kurikulum yang relevan, instruktur berpengalaman, serta sistem pengembangan SDM yang berkelanjutan.

Dengan demikian, MTC Wonosalam dan BPKSDI akan saling melengkapi dalam membangun ekosistem pengembangan SDM Muhammadiyah. MTC berperan sebagai ruang fisik pembelajaran dan pelatihan, sedangkan BPKSDI bertindak sebagai penggerak konseptual yang merancang program-program strategisnya.

PDM Surabaya optimistis langkah ini menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya insan Muhammadiyah yang unggul, profesional, berkemajuan, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi Persyarikatan maupun masyarakat luas. Pada akhirnya, hadirnya MTC Wonosalam bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan bagian dari investasi jangka panjang Muhammadiyah dalam mencetak kader unggul masa depan. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search