Selamat Datang Mubaligh Muda Muhammadiyah Jawa Timur

Selamat Datang Mubaligh Muda Muhammadiyah Jawa Timur
www.majelistabligh.id -

Selamat datang para mubaligh muda Muhammadiyah Jawa Timur di kawah candradimuka dakwah berkemajuan.

Sejak Jumat siang (30/10/2026), puluhan kader muda dari berbagai daerah mulai berdatangan di Apple Sun Learning Center, Kota Batu. Dengan raut wajah penuh antusiasme dan semangat tabligh yang membara, mereka siap menjalani masa penggemblengan intensif dalam Akademi Mubaligh Muhammadiyah (AMM) Seri 5 Zona Malang Raya yang berlangsung selama tiga hari Jumat hingga Ahad (30/10/2026-1/11/2026).

Kegiatan strategis yang digelar oleh Majelis Tablig Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini merupakan ikhtiar berkelanjutan untuk melahirkan dai yang adaptif, moderat, serta berkemajuan dalam merespons tantangan zaman.

Pembekalan dirancang agar para mubaligh muda tidak hanya berpegang pada pemahaman keagamaan yang tekstual, tetapi juga dibekali wawasan global yang memadai serta kepekaan terhadap dinamika geopolitik dunia Islam.

Ketua Panitia AMM Zona Malang Raya, Dr. Hairul Warizin, menyambut hangat kedatangan para utusan daerah dan menegaskan pentingnya momentum pelatihan ini bagi masa depan dakwah persyarikatan.

“Selamat datang para sahabat,” kata Hairul menyapa para dai muda yang hadir.

Sejumlah instruktur dan narasumber tepercaya pun telah tiba di lokasi sejak awal untuk mengawal proses kaderisasi ini. Secara data, panitia mencatat sebanyak 78 peserta resmi terdaftar hingga pendaftaran ditutup pada Kamis (29/10/2026).

Mereka merupakan kader-kader pilihan yang mewakili enam wilayah di Zona Dakwah Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Jombang, Kota Pasuruan, dan Kabupaten Pasuruan, serta diperkuat oleh kehadiran kader muda ‘Aisyiyah dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM).

Guna memastikan output pelatihan yang konkret dan terukur, sistem pembelajaran AMM Seri 5 menggabungkan penguatan teori dan pemantapan praktik lapangan secara seimbang.

Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi wajib mengikuti simulasi langsung. Dalam sesi praktik, setiap calon mubaligh dipandu memoles kualitas bacaan salat (tahsibul qira’ah), menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum), hingga mempraktikkan tata cara menjadi imam salat yang baik dan benar.

Melalui pengawalan ketat dari para narasumber dan fasilitator, AMM Seri 5 optimistis mampu melahirkan dai-dai muda yang matang secara intelektual, mahir secara teknis, serta tampil percaya diri menghadirkan dakwah yang mencerahkan di tengah masyarakat.|| chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search