Tanggap Bencana Gempa NTT, Muhammadiyah Mobilisasi Tim Gabungan dan Layani Ribuan Warga

Tim relawan Muhammadiyah dan tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan penyintas gempa NTT di tenda pengungsian. (mdmc)
www.majelistabligh.id -

Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Lazismu mempercepat respons penanganan bagi penyintas gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lewat pembukaan Pos Koordinasi (Poskor) di enam kabupaten dan sembilan pos pelayanan, Muhammadiyah memfokuskan pendataan serta penanganan darurat yang telah menjangkau hingga 3.466 warga.

Fase tanggap darurat ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari. Berbagai bantuan dasar disalurkan secara bertahap, mencakup layanan kesehatan, permakanan, paket keluarga, dukungan psikososial, pendidikan darurat, air bersih dan sanitasi, hingga penyediaan hunian sementara.

Untuk mengoptimalkan penanganan medis, MDMC menerjunkan delapan tim Emergency Medical Team (EMT). Mobilisasi relawan juga datang dari Jawa Timur, Kupang, dan Bima, serta didukung tim KKN dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Muhammadiyah Kupang.

Ketua Poskor MDMC, Indrayanto, menegaskan pentingnya konsolidasi di lapangan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

“Manajemen penanganan darurat kami lakukan dengan memperkuat koordinasi wilayah dan membuka pos pelayanan di sejumlah titik strategis. Relawan bersama masyarakat dan pemerintah setempat bahu-membahu memastikan layanan dasar langsung diterima warga terdampak,” ujar Indrayanto.

Saat ini, fokus penanganan tertuju di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga Ahad (16/8) pukul 15.00 WITA, tim gabungan berkolaborasi dengan Puskesmas, Koramil, Polsek, dan pemerintah kecamatan untuk memverifikasi data penyintas di Desa Nanga Rama, Nanga Baling, Nanga Baur, dan Kelurahan Pota. Wilayah pesisir tersebut mengalami kerusakan infrastruktur dan permukiman yang cukup parah.

Sebagai pusat operasional, Posko Induk didirikan di halaman SMK Muhammadiyah Manggarai Timur untuk melayani pengobatan gratis, dapur umum, serta informasi darurat. Sementara itu, Posko Sekretariat di dalam area sekolah bertugas mengintegrasikan data lapangan secara berjenjang bersama pemerintah desa.

Berdasarkan pendataan sementara, kebutuhan mendesak warga saat ini meliputi air bersih, makanan siap saji, perlengkapan bayi dan balita, tenda keluarga, terpal, selimut, obat-obatan, serta layanan kesehatan keliling.

Aksi kemanusiaan terpadu antara MDMC dan Lazismu ini menjadi wujud nyata pemenuhan hak-hak dasar warga terdampak bencana. Semangat gotong royong ini sekaligus menjadi momen refleksi menjelang 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia untuk terus hadir mendampingi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search