Pemberantasan korupsi tidak hanya berpusat pada penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari rumah melalui pemberian nafkah yang halal dan baik. Dapur keluarga menjadi benteng paling awal dalam membendung godaan korupsi yang kian menggejala di Indonesia.
Pesan mendalam tersebut ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, dalam Gerakan Subuh Mengaji (GSM) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Barat bertajuk “Didik Anak Jujur, Bangun Ekonomi Umat yang Mandiri” yang disiarkan di TVMu pada Senin (5/10/2026).
Busyro mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya para pejabat publik yang kerap berhadapan dengan godaan praktik rasuah. Menurutnya, korupsi di Indonesia telah menjelma menjadi lingkaran setan yang tak jarang berakar dari kebiasaan mencari rezeki secara tidak halal.
“Banyak yang hidup dalam suasana politik dan bisnis dengan cara mencari penghasilan semaunya saja, tanpa peduli halal dan haram,” tegas Busyro.
Mantan Ketua KPK ini juga menyoroti fakta bahwa mayoritas pelaku korupsi justru berlatar belakang pendidikan tinggi, mulai dari sarjana hingga doktor. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan akademis semata tidak menjamin integritas seseorang. Oleh karena itu, ia mendorong pembaruan kebijakan pendidikan nasional yang lebih menekankan penanaman nilai kejujuran sejak dini.
Merujuk pada amanat Muktamar ke-48 Muhammadiyah tahun 2022 di Surakarta, Busyro kembali menggarisbawahi pentingnya konsep kedaulatan keluarga untuk membangun ketahanan di tengah krisis moral dan ekonomi. Ia juga menyoroti maraknya kasus perceraian yang dipicu oleh jeratan pinjaman daring (pinjol).
Guna mengatasi persoalan sosial ini, Busyro mendorong ‘Aisyiyah untuk bergerak aktif dengan menggandeng Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA).
“Tugas perguruan tinggi bukan sekadar mencetak orang pintar lalu meluluskannya. Perguruan tinggi harus menjadi kawah candradimuka bagi pemimpin yang berbasis akhlak dan ilmu,” ujarnya.
Ia berharap PTMA mampu hadir sebagai oase di tengah krisis karakter kepemimpinan nasional dengan melahirkan generasi yang jujur, sederhana, dan berintegritas sehingga kebal terhadap perilaku koruptif saat menjabat kelak. (*/tim)
