Pengurus Islamic Center Muhammadiyah (ICM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Prambanan, Sleman, Yogyakarta menggelar studi tiru ke PCM Blimbing, Sukoharjo, Ahad (27/9/2026). Langkah ini dilakukan untuk mempelajari secara langsung rahasia keberhasilan dan konsistensi pengelolaan Pengajian Ahad Pagi yang terus bertahan hingga menembus episode ke-456.
Rombongan ICM Prambanan berjumlah 20 orang dipimpin oleh K.H. Nashirul Ahsan, Lc. mengawali agenda dengan menyimak pengajian di Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo. Acara kemudian dilanjutkan dengan sarapan dan sarasehan interaktif di Aula Lantai 2 Islamic Center Muhammadiyah Aisyiyah (ICMA) Blimbing bersama jajaran pimpinan cabang dan Majelis Tabligh setempat.
Ketua PCM Blimbing H. Andi Asadudin, SPsi bersama Ketua Majelis Tabligh Sarwanto, S.Ag., menyambut hangat rombongan yang hadir untuk menyerap strategi pengelolaan dakwah tersebut. Dalam perbincangan, Nashirul Ahsan mengungkapkan bahwa pengajian di Prambanan sebenarnya telah berjalan sejak 2011, namun perkembangannya masih stagnan sehingga membutuhkan formula baru dari PCM Blimbing.
Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Tabligh PCM Blimbing Sarwanto, SAg membeberkan komitmen awal pendirian pengajian rutin yang digagas sejak Januari 2017 tersebut. Pihaknya menekankan pentingnya keberanian pengurus untuk mengeksekusi program tanpa keraguan, yang kemudian dibarengi dengan pola kontrol berkala secara disiplin.
“Bismillah kita coba saja dahulu, terus kita evaluasi setiap bulannya,” ujar Sarwanto, SAg menceritakan kesepakatan awal pengurus saat memulai program tersebut.
Sarwanto menjelaskan bahwa kunci keberlanjutan program selama sembilan tahun lima bulan ini terletak pada konsistensi evaluasi, pemetaan mubalig yang matang, serta sinergi erat bersama 32 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di Blimbing. Selain itu, kemandirian jamaah turut menopang finansial organisasi, di mana rata-rata infak mingguan mencapai Rp6 juta hingga Rp7 juta meskipun panitia tidak menyediakan konsumsi gratis.
Penanggung Jawab Pengajian periode sebelumnya, Ahmad Nasri, menambahkan bahwa pihaknya secara aktif menjalin komunikasi langsung dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk menjadwalkan penceramah tingkat nasional saban bulannya.
Sesi sarasehan yang berlangsung hangat ini berakhir pada pukul 11.00 WIB, sebelum akhirnya rombongan ICM Prambanan melanjutkan agenda perjalanan rekreasi ke kawasan Gunung Lawu. [ahmas nasri | kontributor sukoharjo]
