Wajah Baru SDN 173281 Lumban Julu Tanpa Atap Bocor

Wajah Baru SDN 173281 Lumban Julu Tanpa Atap Bocor
www.majelistabligh.id -

Ruang kelas berlantai lubang, atap bocor, hingga plafon lapuk kini tinggal kenangan bagi para siswa SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Hadirnya Program Revitalisasi Satuan Pendidikan mengubah drastis fasilitas belajar yang sempat terbengkalai puluhan tahun menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan modern.

Kepala SDN 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba, mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri, sekolah tersebut hampir tidak pernah mendapatkan pembenahan sarana dan prasarana secara menyeluruh. Selain ruang kelas yang memprihatinkan, fasilitas sanitasi dan toilet sekolah pun sebelumnya tergolong tidak layak pakai.

Kondisi tersebut berbalik pada tahun 2025 ketika sekolah ini menerima kucuran dana bantuan revitalisasi senilai Rp775,18 juta. Anggaran tersebut dialokasikan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan toilet, serta membangun fasilitas baru berupa Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan perpustakaan.

Menurut Tamaria, pembenahan ini menciptakan suasana belajar yang jauh lebih tertata dan kondusif. Dampak positifnya langsung dirasakan oleh seluruh warga sekolah.

“Orang tua murid sangat bersyukur karena anak-anak makin nyaman belajar. Kami optimistis hal ini berbanding lurus dengan peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik siswa,” ujar Tamaria.

Ditinjau Langsung Mendikdasmen

Perubahan signifikan di SDN 173281 Lumban Julu mendapat perhatian langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang meninjau lokasi dalam kunjungan kerjanya ke Tapanuli Utara, Kamis (15/10/2026).

Selain menginspeksi fisik bangunan, Mendikdasmen juga menyaksikan proses pembelajaran berbasis teknologi menggunakan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital. Suasana kelas tampak hidup saat para siswa antusias berebut maju mengerjakan soal bahasa Inggris di layar interaktif, diselingi kegiatan ice breaking yang interaktif.

“Sekolahnya hadir dengan wajah dan penampilan baru. Harapannya, semangat belajar para siswa juga makin terbarukan,” kata Mendikdasmen.

Ia menegaskan, perbaikan sarana pendidikan merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjamin hak dan kesetaraan akses pendidikan berkualitas di seluruh pelosok Indonesia.

Di Kabupaten Tapanuli Utara sendiri, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 telah menyasar 107 sekolah (3 PAUD, 79 SD, 13 SMP, 6 SMA, dan 6 SMK) dengan total alokasi anggaran mencapai Rp79,47 miliar.

Program berlanjut pada tahun 2026 dengan menargetkan 91 sekolah yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), mencakup 31 PAUD, 42 SD, 8 SMP, 6 SMA, dan 4 SMK. Total anggaran yang disiapkan bernilai Rp67,97 miliar, di mana Rp54,48 miliar di antaranya telah disalurkan.

“InsyaAllah, Bapak Presiden bertekad sebelum tahun 2029—atau paling lambat akhir 2028—seluruh sekolah di Indonesia yang mengalami kerusakan tingkat sedang hingga berat sudah selesai diperbaiki,” tamdas Mendikdasmen Mu’ti. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search