Sebagai negara besar, Indonesia tidak luput dari berbagai dinamika dan tantangan kompleks yang menuntut penyelesaian cepat. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kunci menghadapi persoalan bangsa adalah kolaborasi erat dari berbagai pihak, khususnya kaum cendekiawan.
Secara eksplisit, pria yang juga menjabat sebagai Menteri Dikdasmen RI ini menantang para ilmuwan untuk turun tangan dan berkontribusi nyata.
“Masalah itu dapat kita selesaikan kalau para cendekiawan memiliki karya nyata di lingkungan terdekat tempat mereka berada,” ujar Mu’ti dalam orasinya di acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang digelar di Gedung Cendekia.
Di hadapan para tamu undangan dan wisudawan, Mu’ti memberikan analogi filosofis yang kuat. Ia mengingatkan agar kaum intelektual tidak sekadar mengambang dalam kritik tanpa aksi.
“Jika di sekitar kita gelap, jangan menyalahkan kegelapan, tetapi nyalakanlah pelita. Kalau kita melihat ada banyak masalah, tentu sebagai cendekiawan kita tidak boleh hanya asyik dengan urusan pribadi,” tegasnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat—terutama para ilmuwan—untuk saling bergandeng tangan dan merumuskan solusi bersama demi keluar dari berbagai problematika bangsa.
Harapan untuk Alumni PTMA
Secara khusus, Mu’ti menaruh harapan besar kepada seluruh alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), termasuk para lulusan UMJ yang baru saja diwisuda, untuk menjadi motor penggerak perubahan.
“Kami tentu berharap saudara-saudara sekalian dapat menjadi bagian dan bersama-sama dengan Muhammadiyah mewujudkan Indonesia yang maju, dengan fondasi nilai-nilai Islam Berkemajuan,” tuturnya.
Ia menutup pesannya dengan mendorong para alumni PTMA agar mampu menjadi cermin sekaligus obor pencerahan yang langsung menyentuh masyarakat, membantu mereka mengentaskan berbagai persoalan hidup sehari-hari. (*/tim)
