Perkuat Branding Sekolah, Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik dan Kehumasan

Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) memiliki branding yang bagus.
www.majelistabligh.id -

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berkolaborasi dengan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah memperkuat publikasi prestasi sekolah di era digital.

Sinergi ini diwujudkan melalui rencana penyelenggaraan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) serta Pelatihan Branding Sekolah berbasis Kehumasan dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kepastian kolaborasi tersebut disepakati dalam pertemuan bilateral di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ketua Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, sinergi lintas majelis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan gaung keberhasilan sekolah dan madrasah Muhammadiyah di seluruh Indonesia yang selama ini belum terpublikasi secara optimal.

“Publikasi yang profesional, faktual, dan akurat sangat penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Banyak prestasi hebat di daerah yang belum terekspos, padahal itu bukti nyata mutu pendidikan kita,” ujar Didik.

Ia berharap program AJM tidak berhenti sebagai ajang pelatihan semata, melainkan mampu membentuk jaringan kontributor media yang aktif mengabarkan praktik baik (good practices) pendidikan Muhammadiyah secara berkelanjutan.

Dorong Humas Sekolah Adaptif

Sementara itu, Wakil Ketua MPI PP Muhammadiyah, Roni Tabroni, menegaskan pentingnya sekolah Muhammadiyah beradaptasi dengan lanskap media digital, mesin pencari, hingga teknologi AI yang kini mengubah pola komunikasi publik.

“Saat ini, citra sekolah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran di kelas, tetapi juga keberadaannya di ruang digital. Sekolah Muhammadiyah punya modal besar dari segi sejarah dan mutu, namun masih terkendala terbatasnya kapasitas sumber daya kehumasan,” jelas Roni.

Materi pelatihan meliputi:

  • Dasar-dasar Kehumasan & Media Relations
  • Strategi Pengelolaan Isu & Media Sosial
  • Public Speaking & Penulisan Jurnalistik
  • Fotografi, Videografi, dan Pemanfaatan AI untuk Produksi Konten

Pelatihan akan mengombinasikan teori, simulasi, dan pendampingan intensif agar dapat langsung diterapkan di unit kerja masing-masing. Guna menjangkau seluruh kawasan Indonesia, program AJM rencananya diselenggarakan secara bertahap dalam tiga gelombang, mencakup wilayah Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search