Selasa pagi (21/7/2026) suasana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Blitar tampak berbeda. Sebelum pukul 08.00 WIB, di halaman lembaga itu puluhan perempuan berseragam batik hijau bermotif bunga dengan jilbab kuning gading berlalu-lalang. Cukup mencolok, mereka bukan keluarga warga binaan, melainkan rombongan Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Jawa Timur yang datang membawa semangat, doa, dan harapan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang digelar PW ‘Aisyiyah Jawa Timur bersama Lazismu Jawa Timur. Melalui kegiatan itu, ‘Aisyiyah ingin menegaskan bahwa setiap anak, termasuk mereka yang sedang menjalani pembinaan di LPKA, tetap memiliki hak untuk bermimpi, belajar, dan menata masa depan.
Puncak peringatan Hari Anak Nasional PW ‘Aisyiyah Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 25 Juli 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
LPKA Blitar Siapkan Delapan Program Pembinaan
Dirjen LPKA Provinsi Jawa Timur, Kusnali, A.Md.IP., S.Sos., M.H., membuka kegiatan dengan memaparkan berbagai program pembinaan lembaganya. Menurutnya, seluruh program dirancang agar anak binaan memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat.
“Kami menjalankan delapan program prioritas yang selaras dengan Asta Cita dan target nasional. Seluruh program ini kami arahkan untuk membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, sekaligus menyiapkan masa depan anak-anak binaan,” ujar Kusnali.
Ia menjelaskan, delapan program tersebut meliputi pemberantasan narkoba, pengembangan ketahanan pangan dan UMKM, bantuan sosial bagi keluarga warga binaan, pencegahan tindak pidana perdagangan orang, pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan anak, penguatan ekosistem digital pemasyarakatan, penyuluhan hukum berbasis restorative justice, hingga penguatan pengawasan internal.
Menurut Kusnali, pembinaan tidak berhenti pada aspek disiplin. Anak-anak juga memperoleh pendidikan melalui sekolah filial (kelas di luar sekolah), pembinaan karakter, layanan kesehatan ramah anak, hingga pelatihan keterampilan yang dapat menjadi bekal ekonomi setelah bebas nanti.
Rukmini Amar: Bersyukur dan Terus Menuntut Ilmu
Ketua PW ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dra. Rukmini Amar, M.A., hadir memberikan motivasi kepada seluruh anak binaan. Ia mengajak mereka melihat masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri.
“Anak-anakku, tetaplah bersyukur. Hari ini Allah masih memberikan kesehatan kepada kalian, terutama kesehatan jiwa. Gunakan waktu selama berada di LPKA untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya,” pesannya.
Rukmini juga mengingatkan pentingnya kesabaran dalam menjalani proses kehidupan. “Perbaiki akhlak, perbaiki salat, dan jadikan masa pembinaan ini sebagai jalan untuk menjadi generasi yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” tuturnya.
Penyampaian pesan tersebut terasa sangat hangat. Banyak anak binaan menyimak dengan penuh perhatian, seolah menemukan kembali secercah harapan di tengah perjalanan hidup mereka.

Belajar dari Lamine Yamal
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Blitar, Sigit Prasetya, juga memberikan motivasi kepada anak-anak binaan agar tidak menyerah pada keadaan.
“Kesempatan untuk sukses selalu terbuka bagi siapa pun yang mau belajar dan memperbaiki diri. Masa depan tidak ditentukan oleh masa lalu, tetapi oleh usaha yang kalian lakukan hari ini,” katanya.
Untuk menguatkan pesannya, Sigit mengangkat kisah pesepak bola muda Spanyol, Lamine Yamal, yang berhasil menembus panggung sepak bola dunia di usia muda.
“Prestasi Lamine Yamal bukan hasil yang instan. Ia mencapainya melalui latihan, disiplin, dan kerja keras. Nilai-nilai itu juga bisa kalian miliki mulai hari ini,” ujarnya.
Sigit Prasetya Siapkan Program Beternak Ayam
Tak berhenti pada motivasi, Sigit juga menawarkan dukungan nyata. Sebagai pengusaha di bidang peternakan ayam, ia berkomitmen membantu LPKA mengembangkan pelatihan beternak.
“Kami akan menyiapkan bibit ayam petelur, kandang, dan pakannya agar anak-anak dapat belajar beternak sebagai bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Rendang, Bakso, dan Semangkuk Harapan
Kegiatan tidak berhenti pada seremoni. Bersama Lazismu Jawa Timur, rombongan menyerahkan rendang kemasan sebagai bantuan pangan serta bibit ayam secara simbolis untuk mendukung program pembinaan keterampilan di LPKA.
Puncak kebersamaan hadir ketika sebanyak 157 anak binaan menikmati bakso gratis bersama para tamu. Semangkuk bakso mungkin tampak sederhana. Namun, di balik hidangan hangat itu tersimpan pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat yang tetap percaya setiap anak berhak memperoleh kesempatan kedua untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kunjungan PW ‘Aisyiyah Jawa Timur dan Lazismu Jawa Timur menjadi pengingat bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan. Momentum ini menjadi ajakan untuk memastikan seluruh anak Indonesia, termasuk anak-anak di balik tembok pembinaan, tetap memperoleh kasih sayang, pendidikan, dan harapan menuju kehidupan yang lebih bermartabat. (Ana Aziza || Tim Media HAN)
