Muhammadiyah Luncurkan Mentari Bayt Coin Berbasis Emas

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat meluncurkan Mentari Bayt Coin (MBC). (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah meluncurkan Mentari Bayt Coin (MBC), sebuah wadah investasi, cicilan, dan tabungan emas berbasis inklusivitas serta keadilan, di Grha Suara Muhammadiyah (SM), Sabtu (19/9/2026).

Kehadiran platform ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat ekosistem bisnis syariah sekaligus membangun kemandirian ekonomi umat.

Peluncuran MBC ditandai dengan pembelian produk pertama oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai bentuk komitmen dan penjaminan kepercayaan publik.

Acara ini dilanjutkan dengan peresmian gerai MBC di Grha SM serta penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT MBC dan sejumlah mitra bank syariah, seperti BSI, KB Bank Syariah, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional (BSN).

Dalam sambutannya, Haedar menegaskan bahwa aktivitas ekonomi dan investasi bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah. Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, telah mencontohkan semangat wirausaha sejak awal mendirikan organisasi melalui usaha batik.

“Muhammadiyah generasi awal tumbuh di pusat-pusat ekonomi pribumi yang kuat, mulai dari Yogyakarta, Klaten, Surakarta, Surabaya, hingga Banyuwangi,” ujar Haedar.

Haedar menjelaskan, penguatan ekosistem bisnis merupakan fondasi utama untuk menopang keberlanjutan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Menurutnya, gerakan dakwah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kemandirian finansial.

“Kita harus bisa menghidupi diri sendiri. Pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial kita tidak mungkin menjadi kuat jika kita tidak mandiri,” tegasnya.

Ia berharap MBC dapat menjadi instrumen pendanaan jangka panjang yang mendukung percepatan pembangunan fasilitas publik Muhammadiyah. Melalui sistem angsuran berbasis emas, manfaatnya diharapkan dapat kembali secara nyata kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, Haedar menyebut inovasi ini sebagai bentuk aktualisasi gagasan Islam Berkemajuan yang tidak berhenti pada retorika semata, melainkan diwujudkan dalam praktik nyata.

“Islam adalah agama yang mengurus dunia dan akhirat. Untuk sampai ke akhirat, kita melewati dunia, dan di dunia inilah kita harus membangun keseimbangan,” pungkasnya.

Agenda strategis tersebut turut dihadiri Ketua PP ’Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua Majelis Diklitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji, Kepala Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, serta jajaran rektor PTMA, pimpinan bank mitra, dan pengelola AUM. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search