Aksi Terpuji Pengungsi di Tengah Bencana NTT

Gudang Bulog di Ruteng rusak parah terdampak gempa. (ist)
www.majelistabligh.id -

Di tengah kemelut bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah kisah tentang martabat dan kejujuran mengalir hangat menyentuh hati.

Kerusakan parah melanda berbagai penjuru daerah, tak terkecuali 12 gudang Perum Bulog di wilayah tersebut. Di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dinding dan pintu gudang penyimpan beras bahkan jebol dihantam guncangan hebat, membuat ribuan karung beras terekspos jelas di area terbuka.

Dalam kondisi darurat, di mana perut lapar dan kepanikan biasa membayangi para pengungsi, sebuah pemandangan tak terduga justru terjadi. Tak ada aksi saling sikut, apalagi penjarahan. Warga setempat yang melintas dan bermukim di sekitar lokasi memilih untuk bertahan dengan penuh kesabaran. Mereka menjunjung tinggi nilai adab dan integritas, membiarkan tumpukan beras tersebut tetap utuh tanpa menyentuh satu karung pun yang bukan hak mereka. Seluruh stok beras dilaporkan aman sepenuhnya.

Keteladanan warga NTT ini dengan cepat memantik gelombang rasa hormat di jagat maya. Berbagai unggahan video di media sosial, termasuk cuplikan momen di Instagram Reels, memperlihatkan kondisi gudang yang terbuka namun tetap steril dari aksi penjarahan.

Kolom komentar pun dibanjiri pujian dari netizen se-Indonesia. Banyak yang mengaku tersentuh dan menyebut sikap warga NTT sebagai cermin keteguhan moral yang luar biasa di masa krisis—sebuah bukti nyata bahwa musibah tak sanggup melunturkan budaya dan rasa kemanusiaan mereka.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani membenarkan bahwa sebanyak 12 gudang Bulog di Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak akibat gempa bumi. Namun, ia memastikan kerusakan hanya terjadi pada bagian dinding sehingga stok beras tetap aman.

Bulog memiliki 46 gudang di NTT dengan total kapasitas mencapai 50.400 ton. Rizal mengatakan pihaknya telah menugaskan Direktur SDM Bulog untuk segera melakukan perbaikan terhadap 12 gudang yang mengalami kerusakan.

“Direktur SDM segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya,” ujar Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta.

Ia mengatakan sejumlah gudang di NTT rusak cukup parah, terutama di wilayah Ruteng. Kondisi tersebut membuat kapasitas penyimpanan di gudang terdampak menurun. Untuk menjaga keamanan stok beras, Bulog memindahkan beras dari gudang yang rusak ke tenda milik BNPB dan TNI. Beras tersebut juga ditempatkan di atas palet untuk mencegah kerusakan akibat air.

Bulog memastikan total stok beras di wilayah NTT berada dalam posisi sangat aman mencapai 93.782 ton, sekaligus mempercepat proses distribusi bantuan pangan langsung ke tangan warga yang terdampak.

Keteguhan sikap warga NTT kini menjadi simbol harapan, bahwa di balik runtuhnya bangunan akibat gempa, nilai kemanusiaan dan kebaikan justru tetap berdiri kokoh. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search