Anak-Anak Papua Rela Berperahu 6 Jam Demi Mengikuti TKA

Anak-anak Papua harus nemembus ombak untuk mengikuti TKA di Serui. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) telah dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. TKA menjadi bagian dari upaya mengukur kemampuan akademik murid sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran. Perjuangan tidak mudah bagi anak-anak Papua.

Di bawah langit Papua yang luas, deru mesin perahu motor memecah kesunyian laut di pagi buta. Bagi anak-anak dari SD Negeri Awado, perjalanan hari itu bukanlah liburan, melainkan sebuah misi besar demi masa depan, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Bukan hitungan menit, perjuangan mereka diukur dalam jam. Jika laut sedang bersahabat dan air tenang, mereka butuh waktu empat jam untuk sampai ke lokasi ujian di Serui. Namun, saat alam menunjukkan kekuatannya dengan ombak besar, perjalanan itu membengkak menjadi enam jam penuh tantangan di atas perahu.

Cerita tentang kegigihan murid diungkapkan oleh Kepala SD Negeri Awado, Muhajir. Ia mengatakan bahwa tahun ini sekolahnya melaksanakan TKA bertempat di SD Integral Lukman Al Hakim Serui. Para guru dan murid harus menempuh perjalanan menggunakan perahu untuk sampai ke sana.

Melalui pemantauan langsung yang dilakukan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua, pelaksanaan TKA berlangsung dengan tertib, jujur, dan gembira di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Dari pemantauan tersebut, BPMP Papua menangkap praktik baik yang dilakukan sekolah dalam mendukung pelaksanaan TKA yakni dengan melakukan kolaborasi antarsekolah, melibatkan dukungan orang tua, serta menunjukkan antusiasme murid untuk mengikuti TKA meski harus menyeberang lautan.

Para murid siap mengikuti TKA di Serui. (ist)
Para murid siap mengikuti TKA di Serui. (ist)

Salah satu murid SDN Awado, Andai Darling Woraba, menyebut bahwa TKA penting untuk menentukan arah masa depannya. “Kami tetap semangat mengikuti TKA karena ini membantu kami mengetahui kemampuan akademik dan menjadi bekal untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujar Andai.

Terkait kesiapan menuju TKA, Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi mengatakan, bahwa pihaknya telah menyiapkan peserta didik secara matang. Secara keseluruhan, guru dan murid siap mengikuti TKA. Selain itu, sekolah juga berkoordinasi secara intens dengan dinas pendidikan. Tak ketinggalan, para orang tua bahu membahu menyediakan perangkat komputer dan laptop.

“Koordinasi dengan dinas terkait juga telah kami lakukan untuk menjamin ketersediaan listrik dan internet. Dukungan orang tua juga sangat besar, bahkan di antara mereka bersedia meminjamkan perangkat komputer atau laptop apabila terjadi keterbatasan di sekolah,” jelas Mahfud.

Serupa dengan persiapan yang dilakukan di SD Negeri Awado, Kepala SD Inpres 1 Serui, Herdelina Sembay, turut menyampaikan tahap persiapan TKA yang telah dilakukan di sekolahnya. Mulai dari berlatih soal hingga memberikan penguatan materi pelajaran.

“Guru-guru kami rutin memberikan latihan soal sebelum murid pulang sekolah. Anak-anak sangat antusias, bahkan orang tua turut mendukung dengan menunggu hingga sore hari,” ujarnya.

Tidak hanya bagi kepala sekolah, para murid juga merasakan manfaat dari pelaksanaan TKA. Beberapa di antara mereka merasakan pengalaman positif. Salah satunya adalah Nur Aisyah, murid SD Integral Lukman Al Hakim Serui. Di awal sesi TKA, ia sempat cemas sebelum ujian. “Awalnya saya takut, tapi ternyata soal-soalnya mudah karena sudah pernah dipelajari sebelumnya,” ungkap Nur.

Pengalaman serupa juga dirasakan Julio Iwanggin, murid SD Inpres 1 Serui. Meskipun sempat merasa gugup sebelum ujian, perasaan tersebut hilang dengan sendirinya setelah ia membaca soal dengan cermat dan mampu menjawab dengan baik.

Pelaksanaan TKA di Kabupaten Kepulauan Yapen menjadi gambaran nyata komitmen bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan hingga ke pelosok Indonesia.

Sebagaimana yang pernah disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti bahwa perwujudan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua dapat tercapai jika peran empat Catur Pusat Pendidikan yaitu sekolah, orang tua, masyarakat, dan media; dapat berjalan dengan baik.

“Salah satu tujuan TKA adalah untuk mengukur kemampuan literasi seluruh murid Indonesia. Kolaborasi antarsekolah, dukungan orang tua, dan kegigihan murid menjadi bukti semangat membangun pendidikan Indonesia menjadi tanggung jawab bersama semua pihak,” tutur Abdul Mu’ti pada kesempatan berbeda.

Kisah inspiratif pelaksanaan TKA di Kepulauan Yapen menjadi bukti bahwa peran Catur Pusat Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang peningkatan mutu pendidikan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search