Peluang Usaha, Anggota SUMU Tawarkan Solusi Bisnis Laundry Terintegrasi

Peluang Usaha, Anggota SUMU Tawarkan Solusi Bisnis Laundry Terintegrasi
www.majelistabligh.id -

Bisnis laundry menjadi salah satu peluang usaha yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pencucian yang praktis dan efisien. Namun, membangun usaha laundry tidak cukup hanya dengan menyediakan mesin. Perencanaan modal, pemilihan kapasitas mesin, lokasi, hingga perhitungan potensi keuntungan menjadi hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal.

Melihat kebutuhan tersebut, Helmy Chandra, anggota Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) sekaligus owner MesinLaundry, mengembangkan layanan yang tidak hanya menyediakan mesin laundry, tetapi juga membantu calon pengusaha mempersiapkan bisnisnya. Dalam menjalankan usahanya, Helmy didampingi Dhani Baskhara selaku Direktur MesinLaundry.com.

“Kami ingin membantu orang yang ingin memulai bisnis laundry agar tidak sekadar membeli mesin. Dari awal harus dihitung kebutuhan usahanya, mulai dari lokasi, kapasitas mesin, modal, sampai potensi omzet dan balik modalnya,” ujarnya di Jakarta pada Selasa (18/8/2026).

Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, MesinLaundry menawarkan berbagai kebutuhan bisnis laundry, mulai dari penyediaan mesin hingga pendampingan usaha. Calon pengusaha dapat memperoleh konsultasi mengenai jenis dan kapasitas mesin yang sesuai dengan kondisi usaha, termasuk simulasi kebutuhan modal dan estimasi balik modal.

Helmy menilai, pemilihan mesin menjadi salah satu keputusan penting dalam membangun bisnis laundry. Menurutnya, harga bukan satu-satunya pertimbangan karena biaya operasional dan kemampuan mesin dalam menunjang produktivitas juga perlu diperhitungkan.

“Jangan hanya melihat harga belinya. Mesin yang tepat harus disesuaikan dengan target pasar dan volume cucian. Konsumsi listrik, kapasitas, daya tahan, sampai biaya perawatan juga harus masuk dalam perhitungan,” jelasnya.

Untuk menyesuaikan kebutuhan calon pengusaha, MesinLaundry.com menyediakan beberapa pilihan paket investasi, mulai dari Starter sekitar Rp30 jutaan, Semi Komersial mulai Rp50 jutaan, hingga Laundromat mulai Rp100 jutaan. Layanan konsultasi juga diberikan untuk membantu calon pengusaha menentukan pilihan berdasarkan skala dan kemampuan modal.

Salah satu contoh usaha yang ditampilkan MesinLaundry adalah Fresh Laundry di Bekasi, Jawa Barat. Usaha yang mulai beroperasi pada Mei 2023 tersebut memiliki luas outlet sekitar 60 meter persegi dengan investasi sekitar Rp135 juta. Fresh Laundry tercatat memiliki omzet rata-rata Rp18–22 juta per bulan dan mencapai balik modal sekitar 12 bulan.

“Setiap usaha punya kondisi yang berbeda. Karena itu, kami tidak ingin memberikan satu pola yang sama untuk semua orang. Yang paling penting adalah bagaimana investasi yang dikeluarkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi pasar di lokasi usaha,” kata Helmy.

Selain menyediakan mesin, MesinLaundry juga memberikan dukungan setelah pembelian, seperti instalasi, perawatan, dan perbaikan. Dengan demikian, calon pengusaha tidak hanya mendapatkan produk, tetapi juga dukungan untuk menjalankan bisnisnya.

Sebagai anggota SUMU, Helmy Chandra turut menjadi bagian dari ekosistem pelaku usaha Muhammadiyah yang mendorong tumbuhnya bisnis yang profesional dan berkelanjutan. Melalui MesinLaundry.com, Helmy menghadirkan pengalaman dan solusi bagi masyarakat yang ingin menjadikan bisnis laundry sebagai peluang usaha.

Bagi masyarakat yang tertarik memulai atau mengembangkan bisnis laundry, MesinLaundry.com menyediakan konsultasi gratis melalui WhatsApp 0811-1296-605 untuk mendapatkan informasi mengenai kebutuhan mesin, simulasi modal, potensi omzet, dan estimasi balik modal. Kunjungi web: www.mesinlaundry.com. (soleh)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search