Islam sebagai agama yang paripurna mengajarkan bagi semua pemeluknya untuk selalu tunduk pada setiap perintah Allah Wa Ta’ala, seperti salat lima waktu, zakat, puasa, dan haji bagi yang sudah memenuhi syarat dan ketentuannya, serta menjauhi segala laranganNya, seperti mencuri, dzolim, zina, berdusta dan lain sebagainya.
Mengerjakan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan merupakan kata lain dari istilah taqwa.
Taqwa menjadi salah satu pokok dalam ajaran Islam yang harus tertanam dalam jiwa setiap muslim dan muslimah. Dengan taqwa, kita akan menjadi hamba Allah Wa Ta’ala yang benar-benar iman dan percaya atas semua ketentuan dan ketetapan-Nya.
Tentang anugerah atau karunia besar Allah Wa Ta’ala untuk orang-orang yang bertaqwa, itu bukan saja berupa kenikmatan tetapi juga pemberian yang lebih penting, yakni “furqan” atau kemampuan membedakan yang hak dan yang batil.
Allah Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an mengulang kata taqwa sebanyak 15 kali.
Dengan demikian, semakin taqwa seseorang dengan benar maka ia akan semakin bijaksana dan sensitif pada kebaikan dan keburukan.
Hal ini sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu bertaqwa kepada Allah Wa Ta’ala niscaya Allah akan memberikan furqan atau kemampuan membedakan antara yang hak dan batil kepadamu dan menghapus segala kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah memiliki karunia yang besar.” (QS Al-Anfal : 29).
Para ulama memiliki banyak penafsiran dalam mengartikan salah satu penggalan ayat ini. Imam Abul Fida’ Ismail bin Umar bin Katsir ad-Dimisyqi, atau yang lebih masyhur dengan sebutan Imam Ibnu Katsir, dalam kitab tafsirnya menjelaskan makna kata tersebut. Beliau mengutip beragam pendapat ulama:
- Pendapat pertama, yaitu menurut Ibnu Abbas, ‘Iqrimah, Qatadah, dan Muqatil bin Hayyan, kata furqan memiliki makna jalan keluar. Dengan kata lain, orang-orang yang bertaqwa akan selalu diberi jalan keluar oleh Allah Wa Ta’ala dari setiap masalah dan urusan nya.
- Pendapat kedua, yaitu menurut Mujahid, furqan memiliki arti keselamatan di dunia dan akhirat. Bisa juga diartikan sebagai pertolongan dari Allah Wa Ta’ala.
- Sedangkan pendapat ketiga, yaitu menurut Muhammad bin Ishaq, dan penafsiran ini dinilai lebih umum oleh Ibnu Katsir dari penafsiran sebelumnya, yaitu sebuah kemampuan untuk bisa hati-hati dan cermat dalam mengambil sebuah keputusan, “Muhammad bin Ishaq telah berkata, maksud Furqan itu adalah kemampuan untuk membedakan antara yang hak dan yang batil.”
Maksud dari kemampuan untuk membedakan antara yang benar dan yang batil, adalah bahwa orang yang bertaqwa akan menjadi pribadi yang bijaksana. Ketika kita dihadapkan dengan dua hal, antara benar dan salah, maka ia akan memilih yang benar, dan meninggalkan yang salah karena pengetahuan dan anugerah tersebut.
Menurut kata furqanan dalam Surat Al-Anfal ayat 29 itu memiliki dua arti yaitu: Anugerah dari aspek duniawi dan anugerah dari aspek ukhrawi.
Orang-orang yang bertaqwa akan mendapatkan anugerah furqan di dunia dan akhirat kelak. Secara aspek dunia, orang yang beriman akan dianugerahi banyak hal oleh Allah Wa Ta’ala, di antaranya akan mendapatkan hidayah dan pengetahuan, hatinya akan lapang dan tenang. Allah Wa Ta’ala, akan hilangkan segala sifat-sifat tercela dalam dirinya, seperti iri, dengki, sombong, dan penyakit hati lainnya.
Orang yang beriman akan mendapatkan derajat yang tinggi di sisi manusia dan Allah Wa Ta’ala, mendapatkan pertolongan, dan bagian secara khusus dari-Nya, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an, yaitu:
“Dan kekuatan itu hanya miliki Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin.” (QS Al-Munafiqun : 8)
Sedangkan anugerah yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bertaqwa kepada Allah kelak di akhirat, adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Imam ar-Razi, yaitu:
“Sedangkan dalam aspek akhirat, maka orang yang bertaqwa akan mendapatkan pahala, manfaat yang terus menerus, kemuliaan dari Allah dan malaikat. Semua ini masuk dalam kata furqan.”
Selain itu, orang-orang yang bertaqwa kepada Allah Wa Ta’ala juga akan mendapatkan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan di dunia. Dengan ampunan tersebut, kita akan tergolong menjadi ahli surga, dan mendapatkan kenikmatan yang ada di dalamnya.
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh. || ismirzaf@gmail.com ; fimdalimunthe55@gmail.com
