Baitul Arqam Purna Studi, Poltekkes ‘Aisyiyah Banten Bekali Kader dengan Iman dan Semangat Pengabdian

Baitul Arqam Purna Studi, Poltekes ‘Aisyiyah Banten Bekali Kader dengan Iman dan Semangat Pengabdian
www.majelistabligh.id -

Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah (Poltekkes) Banten bersama Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Banten dan Lembaga Al-Islam Kemuhammadiyahan dan Ke-‘Aisyiyahan (AIKA) menyelenggarakan Baitul Arqam Purna Studi Mahasiswa selama dua hari, Sabtu–Ahad, 16–17 Rabi’ul Awal 1448 H yang bertepatan dengan 29–30 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di lingkungan kampus Jalan Serang-Cilegon KM.8, Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.

Baitul Arqam Purna Studi merupakan pelatihan pengkaderan yang wajib diikuti mahasiswa sebagai bagian dari syarat kelulusan. Mengusung tema “Tenaga Kesehatan Berkemajuan: Siap Mengabdi, Santun Melayani, Teguh Menginspirasi”, kegiatan ini dirancang untuk memadukan penguatan keislaman dan kemuhammadiyahan dengan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja sebagai tenaga kesehatan profesional.

Direktur Poltekkes ‘Aisyiyah Banten, Evi Avicenna Agustin, MKM menyampaikan, Baitul Arqam Purna Studi menjadi bekal penutup bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat maupun dunia kerja.

“Kami berharap, lulusan tidak hanya kompeten secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kematangan spiritual, akhlak mulia, serta jiwa pengabdian yang selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Belaksanaan Baitul Arqam Purna Studi memiliki keterkaitan erat dengan visi Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten, yaitu menjadi politeknik kesehatan terkemuka dalam pengembangan ilmu terapan kesehatan berdasarkan nilai-nilai Islam berkemajuan di tingkat nasional tahun 2033.

Melalui kegiatan ini, nilai-nilai Islam tidak hanya ditempatkan sebagai pengetahuan, tetapi diintegrasikan dengan kompetensi profesi, karakter, etika pelayanan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Integrasi tersebut tercermin dalam rangkaian materi yang diberikan kepada peserta, mulai dari Ke-‘Aisyiyahan dari Masa ke Masa, Fikih Kesehatan Lanjutan (Isu Kontemporer), Kemuhammadiyahan: Dakwah Bil Hal Melalui Profesi Kesehatan, hingga Komunikasi Pelayanan Prima Berbasis Akhlak.

Peserta juga mendapatkan materi Pendampingan Bimbingan dan Edukasi Pra Nikah serta Muhasabah Keilmuan dan Penguatan Tauhid Menyongsong Pengabdian.

Sementara itu, Kepala Lembaga AIKA, Suwandi, M Pd menegaskan,Baitul Arqam Purna Studi menjadi penutup dari rangkaian pengkaderan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Kegiatan ini diharapkan memastikan pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tertanam secara utuh, sehingga lulusan siap menjadi kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang berintegritas serta mampu menjadi teladan dalam profesi kesehatan maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada hari kedua, peserta mengawali kegiatan dengan salat tahajud dan Subuh berjamaah, dzikir pagi, tadarus Al-Qur’an, serta kultum bertema keteladanan Ulul Albab. Kegiatan dilanjutkan dengan outbond, materi Perawatan Jenazah, dan Jati Diri Mahasiswa Kesehatan sebagai Kader Muhammadiyah yang diikuti dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi misi institusi dalam membangun lulusan yang memiliki kompetensi kesehatan sekaligus karakter Islami, mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam pendidikan, serta menumbuhkan kepedulian dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, Baitul Arqam menjadi bagian strategis dalam menyiapkan tenaga kesehatan berkemajuan yang mampu mengamalkan ilmu secara profesional, berakhlak, dan memberikan kemaslahatan.

Pada sesi penutupan, Ketua MPK PWA Banten, Tati Masliati, MAg menegaskan, Baitul Arqam bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan titik awal perjuangan para peserta sebagai kader di tengah masyarakat. Ilmu dan nilai yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan secara nyata di lingkungan kerja, keluarga, maupun organisasi.

Melalui Baitul Arqam Purna Studi 2026, Politeknik Kesehatan ‘Aisyiyah Banten menegaskan komitmennya untuk melahirkan tenaga kesehatan yang berkemajuan: profesional dalam kompetensi, santun dalam pelayanan, teguh dalam nilai, dan siap mengabdi untuk kemajuan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan institusi menuju terwujudnya visi Poltekkes ‘Aisyiyah Banten 2033. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search