Belum genap satu bulan setelah struktur kepengurusan Takmir Masjid Syuhada resmi dilantik oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, sebuah inovasi besar langsung bergulir. Masjid yang terletak di lokasi strategis, Jl. Ngagel No. 143C, Kecamatan Wonokromo, Surabaya ini, memunculkan gagasan segar untuk mengubah namanya menjadi Masjid Syuhada Ramah Center.
Perubahan nama tersebut bukan sekadar label baru, melainkan sebuah reposisi strategis yang memuat visi, misi, dan arah gerakan dakwah masjid ke depan yang lebih inklusif dan berkemajuan.

Solusi Cerdas Pengenal Identitas
Ketua Takmir Masjid Syuhada, Ir. H. Lukman Rahim, menjelaskan bahwa salah satu alasan mendasar di balik munculnya gagasan ini adalah adanya kemiripan nama masjid di wilayah sekitar. Di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo dan Ngagel saja, terdapat tiga masjid yang menggunakan nama “Syuhada” dengan lokasi yang tidak berjauhan. Ketiganya adalah Syuhada Ngagel, Syuhada Gadung, dan As-Syuhada yang juga berada di kawasan Ngagel.
Kondisi tersebut sering kali menimbulkan kebingungan bagi jamaah maupun masyarakat umum. Oleh karena itu, muncul usulan untuk membuat nama pembeda yang jelas. Namun, Lukman menyadari bahwa mengganti nama masjid secara total bukanlah perkara mudah dan berpotensi memicu pro-kontra di masyarakat.
“Mengganti nama pun agak kurang elok, tetapi akan menjadi hot idea dan menimbulkan pro-kontra. Oleh karena itu, kami memunculkan gagasan sebagai solusi, yaitu membuat sebuah branding Masjid Pusat Dakwah yang Ramah,” ujar Lukman Rahim saat memberikan keterangan.
Ketua PCM Wonokromo tersebut menambahkan bahwa gagasan yang modern dan berkemajuan ini akhirnya mengerucut pada nama “Masjid Syuhada Ramah Center”. Melalui nama baru ini, ekosistem dan pelayanan masjid sengaja dirancang untuk merangkul, memberikan rasa aman, nyaman, serta menghormati hak seluruh lapisan jamaah tanpa terkecuali. Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan yang ramah bagi tempat singgah, musafir, pengkaderan, TPQ, Qori’mu, kajian, hingga aktivitas dakwah lainnya.
5 Pilar Ekosistem Pelayanan Ramah Center
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Masjid Syuhada Ramah Center akan menerapkan lima konsep pelayanan utama yang inklusif:
- Ramah Singgah untuk Musafir, dan Kaum Dhuafa (Social-Inclusivity): Masjid berkomitmen menjadi tempat yang terbuka dan menyediakan pelayanan sosial yaitu bisa nginap semalam dan atau istirahat sejenak, sehingga dapat meringankan beban sesama.
- Ramah Disabilitas dan Lansia (Accessible for All): Menyediakan fasilitas fisik dan aksesibilitas yang memudahkan para lansia dan penyandang disabilitas untuk beribadah dengan nyaman.
- Ramah Anak (Child-Friendly): Menciptakan lingkungan masjid yang menyambut anak-anak dengan penuh kasih sayang, sehingga mereka mencintai masjid sejak dini.
- Ramah Perempuan (Women-Friendly): Memberikan ruang ibadah dan fasilitas penunjang yang aman, bersih, dan representatif bagi jamaah perempuan, termasuk disediakan bilik khusus perempuan.
- Ramah Lingkungan (Eco-Masjid): Menerapkan manajemen masjid yang peduli pada kelestarian alam dan kebersihan lingkungan sekitar.
Langkah progresif takmir baru ini diharapkan menjadi pemantik semangat baru bagi syiar dakwah Muhammadiyah di Kota Surabaya, sekaligus menjadi role model pengelolaan masjid modern yang responsif terhadap kebutuhan umat. || Munahar
