Bukan ‘Sinten’ tapi Sistem: Mengintip Kesiapan Muhammadiyah Menuju Muktamar 49

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.
www.majelistabligh.id -

Keberlanjutan dan kemajuan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah tidak bertumpu pada figur perorangan, melainkan pada kekuatan sistem yang kokoh. Prinsip ini ditegaskan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam acara Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah (SKBM) Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu.

“Di Muhammadiyah, yang penting bukan sinten (siapa), melainkan sistem. Kita tidak bergantung pada sopo (siapa), tapi pada SOP (Standard Operating Procedure),” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, penguatan sistem dan SOP inilah yang menjamin Muhammadiyah mapan dan terus berkembang, siapapun nakhodanya. Mekanisme organisasi memastikan bahwa setiap estafet kepemimpinan lahir dari proses kaderisasi yang disiplin dan sistematis.

Selain itu, seluruh forum permusyawaratan di internal Muhammadiyah selalu dikelola secara bersih, berkeadaban, dan mengutamakan kebersamaan demi kemajuan persyarikatan.

Kematangan sistem ini dibuktikan lewat persiapan matang menyambut Muktamar ke-49 Muhammadiyah yang akan digelar di Medan pada tahun 2027 mendatang. Meski perhelatan tersebut masih lama, kepanitiaan Muktamar sudah resmi dibentuk.

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Muktamar, PP Muhammadiyah dijadwalkan menggelar Musyawarah Tanwir di Palu, Sulawesi Tengah, pada November 2027. Forum Tanwir ini menjadi agenda krusial untuk menggodok materi-materi strategis yang akan dibawa ke Muktamar 2027.

Beberapa poin besar yang akan dibahas dalam Tanwir 2027 meliputi amandemen Anggaran Dasar, perumusan Program Strategis Muhammadiyah jangka panjang (2027–2052), serta pembahasan risalah Muhammadiyah sebagai gerakan internasional.

“Itu poin-poin pokok yang akan kita bahas. Setelah diputuskan di Tanwir, materi tersebut segera dikirimkan kepada para anggota Muktamar agar semuanya siap memberikan masukan terbaik,” jelas Mu’ti.

Tak hanya matang di lini konsep dan materi, persiapan fisik juga terus dikebut. Saat ini, pembangunan venue utama Muktamar ke-49, baik untuk Muhammadiyah maupun ‘Aisyiyah, sedang berjalan intensif. Bahkan, pembangunan fasilitas venue untuk Muktamar ‘Aisyiyah ditargetkan rampung dalam beberapa bulan ke depan. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search