Salah satu program memasak paling populer di dunia, MasterChef Amerika Serikat (AS), sukses membawa hidangan daging kurban ke panggung hiburan internasional. Fenomena ini terasa sangat menarik di tengah meningkatnya perhatian publik global terhadap budaya, tradisi, dan kuliner Islam.
Dalam episode spesial bertajuk “The Ultimate Eid al-Adha Feast: A MasterChef USA Special!” yang ditayangkan di kanal YouTube resmi MasterChef Global pada 27 Mei 2026 lalu, para peserta ditantang untuk mengolah daging domba (lamb).
Koki juri Gordon Ramsay mengatakan, tidak mudah memasak daging domba, karena berhubungan dengan kematangan, pewarnaan dan bumbu khusus. “Tingkat kematangan medium-rare, warna merah muda yang merata di bagian dalam, dan kulit luar yang renyah adalah yang terpenting,” kata Gordon Ramsay.
Menurut perwakilan dari MasterChef Amerika Serikat, peserta diberikan waktu 60 menit dan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi seluruh bagian daging guna menciptakan hidangan terbaik yang kaya rempah dan teknik,” kata perwakilan tersebut.
Tak disangka, video tantangan khusus bertema Iduladha ini langsung viral dan hingga saat ini telah ditonton lebih dari 1,3 juta kali.
Pengangkatan tema Iduladha dalam salah satu acara memasak terbesar di dunia ini merefleksikan fenomena yang lebih besar, yakni diplomasi budaya melalui makanan. Selama beberapa dekade, kuliner telah terbukti menjadi instrumen paling efektif untuk memperkenalkan identitas suatu komunitas kepada dunia.
Melalui kelezatan hidangan yang tersaji, masyarakat global secara tidak langsung diajak mengenal nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan yang menjadi inti dari perayaan Hari Raya Kurban. Kehadiran episode ini menjadi indikator kuat bahwa tradisi Muslim kini semakin diakui sebagai bagian dari lanskap budaya dunia.
Suasana kompetisi pun semakin menarik dengan kehadiran seorang peserta Muslimah berhijab yang berkompetisi dengan penuh antusias. Dengan percaya diri, ia mengolah daging domba menjadi hidangan istimewa yang menuntut kreativitas tinggi.
Bagi jutaan penonton di berbagai negara, kehadirannya menjadi simbol representasi Muslim yang semakin terlihat dan diterima secara alami di media arus utama. (*/tim)
