Muhammadiyah Gaungkan Gerakan 700 Ribu Konten Digital

Awak media afiliasi Muhammadiyah sepakat membangun jurnalisme Berkemajuan. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pergeseran perilaku masyarakat digital dalam mencari informasi keagamaan dari sekadar mesin pencari (searching) menjadi bertanya langsung pada kecerdasan buatan (asking) memicu ancaman serius bagi masa depan dakwah Islam berkemajuan.

Mengantisipasi risiko atas peran di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mencanangkan Gerakan Syiar Digital dengan target memasukkan 700.000 konten terstruktur yang dapat dibaca penuh oleh Google dan sistem AI global di portal utama muhammadiyah.or.id.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua V MPI PP Muhammadiyah, Ismail Fahmi, Ph.D., dalam gelaran Jambore Media AfiliasiM #3, yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Jakarta, 12-13 Agustus 2026.

Ia menyoroti fenomena baru di mana jutaan umat Islam kini menggantungkan jawaban atas persoalan fikih, ibadah, dan sosial keagamaan kepada platform AI generatif seperti ChatGPT hingga Perplexity.

“Perilaku umat telah berubah secara radikal. Pertanyaan keislaman tidak lagi hanya disampaikan kepada ustaz atau dicari via Google, melainkan ditanyakan langsung ke AI. Jika Muhammadiyah tidak segera bertransformasi dan menyuplai data sahih secara terstruktur, AI akan menulis sejarah Islam berkemajuan tanpa Muhammadiyah,” tegas Ismail Fahmi yang juga Pakar Analisis Data tersebut.

Ancaman tersebut bukan tanpa alasan. Data riset MPI per akhir 2025 mencatat ketimpangan signifikan performa digital Muhammadiyah dibanding ormas keagamaan lain. Lalu lintas kunjungan bulanan portal muhammadiyah.or.id hanya berada di angka 940 ribu, tertinggal jauh dari ormas yang menembus 24 juta kunjungan.

Dari sisi indeks halaman Google, Muhammadiyah baru mengantongi 54.200 halaman, sementara kompetitor telah mengindeks 667.000 halaman. Implikasinya, hampir 100 persen rujukan AI terkait isu-isu keislaman saat ini mengarahkan penggunanya ke platform lain.

Guna mengejar ketertinggalan tersebut, MPI PP Muhammadiyah bersama Muhammadiyah Software Labs (LabMu) merancang ekosistem terorkestrasi berbasis prinsip “Bangun Sekali, Isi Ramai-ramai”.

Strategi ini mengintegrasikan tiga pilar utama: Rel Teknologi (LabMu Platform) yang menyusun Schema.org dan metadata otomatis untuk sistem RAG AI, Menara Kendali (Newsroom MPI) sebagai pengawal mutu editorial, serta Jaringan Kontributor luas mencakup 130 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA), ribuan sekolah, panti, AUM, hingga ortom seperti IPM dan IMM.

Sistem ini digerakkan oleh dua mesin utama secara paralel. Mesin pertama berbasis otomatisasi Knowledgebase yang akan menyedot dan menstrukturkan sekitar 475.000 dokumen bernilai tinggi, seperti Putusan Tarjih, riset akademis PTM, direktori AUM, dan arsip pustaka.

Mesin kedua menggerakkan konten harian jaringan melalui teknik sindikasi feed humas dan pengolahan video siaran TVMu menjadi klip pendek media sosial (TikTok, Shorts, Reels) menggunakan bantuan Studio Clipper AI.

Ismail Fahmi menekankan bahwa capaian kuantitas 700.000 konten bukanlah muara akhir dari gerakan kolosal ini.

“Angka 700.000 konten hanyalah batu loncatan. Tolok ukur keberhasilan kita yang sebenarnya adalah Share of Voice. Kami ingin memastikan bahwa kapan pun umat atau sistem AI mencari rujukan tentang Islam, pandangan moderat dan berkemajuan khas Muhammadiyah selalu hadir, dikutip, serta menjadi jawaban utama,” pungkasnya. || chusnun

 

Tinggalkan Balasan

Search