Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang bersama BikersMu, didukung KLL RSI Aisyiyah Malang dan RSI Aisyiyah Malang, menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Pinggir Kali Brantas, Kelurahan Samaan, Kota Malang.
Kegiatan ini menjadi wujud dakwah yang tidak hanya disampaikan melalui pesan keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian sosial dan aksi nyata untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Mengusung semangat “Masjid Menyapa”, kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para peserta berinteraksi langsung dengan warga, membangun silaturahmi, mendengarkan kondisi masyarakat, serta menyalurkan bantuan dan pemeriksaan kesehatan dan. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan gerakan dakwah dengan kehidupan masyarakat sekaligus memahami kebutuhan mereka secara langsung.

Nilai kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan ini. Bantuan yang diberikan tidak semata-mata dipandang sebagai pemberian material, tetapi menjadi simbol perhatian dan solidaritas. Sapaan, komunikasi, dan kebersamaan dengan warga juga menunjukkan bahwa kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang mampu menumbuhkan rasa dihargai dan diperhatikan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya gotong royong dan kolaborasi.
“LDK, BikersMu, KLL RSI Aisyiyah Malang, dan RSI Aisyiyah Malang saling mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam membangun kepedulian terhadap umat, ” ujar Dr. Muhson selaku Ketua LDK PDM Kota Malang, Ahad (27/9).
Ditambahkannya, pemberdayaan masyarakat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar manfaat yang dihadirkan dapat lebih luas dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar pemberian bantuan, kegiatan tersebut membawa nilai pemberdayaan dan kemandirian.
“Dalam hal ini masyarakat tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun hubungan sosial yang saling menguatkan,” tambahnya.
Kehadiran para relawan menjadi ruang untuk mendengar kebutuhan dan harapan warga sehingga kegiatan sosial dapat berkembang menjadi pendampingan yang berkelanjutan.
Kegiatan di Pinggir Kali Brantas menjadi pengingat bahwa dakwah tidak hanya berlangsung dari mimbar. Dakwah juga dapat hadir melalui sapaan, silaturahmi, pelayanan, kepedulian, dan tindakan nyata. Dari ruang sederhana tersebut, tumbuh kebersamaan dan harapan agar masyarakat semakin berdaya serta mampu saling menguatkan. (Yusa Feriyadi A.Md, Kes – Anggota CMM Kota Malang)
