Desain Generasi Berkarakter 2045, MGMP PAI Surabaya Gelar FGD SRC

Peserta bersama narasumber Forum Group Discussion (FGD) School Religius Culture (SRC).
www.majelistabligh.id -

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Surabaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penguatan School Religious Culture (SRC) di Aula SMP Negeri 54 Surabaya.

Agenda strategis ini digelar untuk memperkuat karakter siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran PAI menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan yang mendapat pendampingan langsung dari Bidang PAI Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur ini menjadi wadah konsolidasi bagi Guru PAI (GPAI) se-Kota Surabaya.

Pembina MGMP PAI Kota Surabaya, M. Jemari, S.Ag., M.A., mengapresiasi tingginya antusiasme peserta serta kepercayaan yang diberikan kepada SMPN 54 Surabaya sebagai tuan rumah.

Ketua MGMP PAI & BP Kota Surabaya, Imron Nasikin, menekankan pentingnya sinergi antarpendidik. Ia berharap program ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan berkelanjutan.

“Mari saling melengkapi agar GPAI Surabaya semakin berkarakter dan berkembang. Semoga kegiatan FGD dan Penguatan SRC jenjang SMP ini dapat terus berjalan secara konsisten,” ujar Imron.

Sementara itu, Kasi PAIS Kemenag Kota Surabaya, Dr. Choirur Roziqin, memacu semangat para guru melalui jargon KOHEREN (Kompak, Hebat, dan Keren). Ia mengajak guru PAI untuk berani keluar dari zona nyaman dan meningkatkan budaya literasi.

“Guru PAI Surabaya harus kompak dan menjadi pembelajar sejati. Kita perlu menaikkan level, menggeser budaya sekadar mendengar menjadi budaya menulis. GPAI Surabaya harus ‘WANI’—artinya mau WANI REPOT demi menyukseskan SRC untuk mencetak siswa yang berprestasi, religius, dan tangguh,” tegas Choirur.

Dukungan senada disampaikan Kepala Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Amak Burhanuddin. Pihaknya menargetkan Kota Surabaya mampu menjadi barometer implementasi kultur religius sekolah di Jawa Timur.

“Guru PAI harus terus meningkatkan kapasitas diri. Saya berharap sekolah-sekolah di Surabaya menjadi percontohan pembiasaan positif melalui SRC, penguatan moderasi beragama, dan program PAIS Berkarakter,” ungkap Amak.

Melengkapi arahan tersebut, Ketua Tim PAI SMP Kemenag Jawa Timur, Abdul Andika, S.E.I., M.E.I., mengimbau para guru untuk memanfaatkan program inovatif Kemenag Jatim, seperti “Ngopai” (Ngobrol PAI), guna mengasah potensi diri.

Melalui FGD dan penguatan SRC ini, MGMP PAI Kota Surabaya optimistis mampu membangun ekosistem pendidikan yang religius, inklusif, dan adaptif dalam melahirkan generasi masa depan yang unggul. || Ferry Yudi AS

 

Tinggalkan Balasan

Search