Djed Spence, Pemain Muslim Pertama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026

Djed Spence, menjadi pemain Muslim pertama yang memperkuat Timnas Inggris dalam ajang Piala Dunia FIFA. (Foto: BBC)
www.majelistabligh.id -

Di bawah riuh rendah sorak-sorai penonton dan gemerlap lampu stadion Piala Dunia 2026, sebuah sujud syukur yang sunyi sempat tercipta di hati Djed Spence. Bagi bek Tottenham Hotspur ini, malam itu bukan sekadar tentang debut di turnamen sepak bola terbesar jagat raya, melainkan sebuah muara dari perjalanan spiritual yang panjang.

Saat melangkah masuk ke lapangan menggantikan rekannya di 10 menit terakhir laga pembuka melawan Kroasia, Spence tidak hanya membawa harapan publik Inggris. Ia membawa imannya. Malam itu, sejarah baru tercatat bahwa Djed Spence resmi menjadi pemain Muslim pertama yang memperkuat Timnas The Three Lions di ajang Piala Dunia FIFA.

Hidayah dan kedekatan Spence dengan Islam tidak tumbuh dari ruang kosong. Agama ini menjadi jangkar justru ketika badai kehidupan menghantamnya paling keras. Di saat kariernya berada di titik nadir, atau ketika malam-malam terasa begitu gelap karena tekanan profesi, Spence menemukan ruang tenang dalam doa.

“Pertama-tama, Allah adalah Yang Maha Besar,” ungkap Spence tulus, seperti dilansir dari Islamic Channel. “Saya banyak berdoa. Saya selalu bersyukur kepada Allah. Dalam masa-masa tersulit dalam hidup saya, masa-masa paling gelap, saya selalu percaya bahwa Tuhan selalu berada di sisi saya.”

Bagi Spence, Islam bukan sekadar status sosial, melainkan kompas hidup. Saat Inggris sukses membungkam Kroasia dengan skor 4-2—di mana Spence hampir saja mencetak gol debut yang sempurna meski hanya bermain singkat—ia tidak jemawa. Ketika dunia memujinya, ia memilih mengembalikan pujian itu kepada Sang Pencipta.

“Ketika saya menang, ketika saya berada dalam momen yang baik, saya juga memuliakan Allah karena Dia selalu berada di sisi saya. Ini adalah hal besar bagi saya, keyakinan saya,” pungkasnya.

Di luar lapangan, kehadiran Spence di skuad asuhan Gareth Southgate ini membawa pesan sosiologis yang kuat. Di tengah riak-riak sentimen rasisme yang terkadang masih diembuskan oleh kelompok tertentu di Eropa, Timnas Inggris justru tampil sebagai wajah ramah dari keberagaman modern.

Skuad The Three Lions saat ini menjadi harmoni yang indah dari berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama. Menariknya, dengan kedalaman skuad yang inklusif ini, para pengamat sepak bola justru menilai generasi Inggris sekarang memiliki peluang terbesar untuk memenangkan Piala Dunia—mengulang kejayaan legendaris mereka sejak terakhir kali mengangkat trofi pada tahun 1966.

Piala Dunia 2026 yang digelar di tiga negara (Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko) ini memang terasa sangat ramah bagi komunitas Muslim. Dengan format baru 48 tim, sejarah baru tercipta dengan keikutsertaan 13 negara mayoritas Muslim di putaran final.

Di tengah panggung besar yang inklusif inilah, kisah Djed Spence bersinar. Ia menjadi pengingat yang indah bagi jutaan pemuda Muslim di seluruh dunia, bahwa iman dan hidayah tidak akan pernah menghambat mimpimu di dunia. Sebaliknya, ia bisa menjadi bahan bakar terkuat untuk membawamu terbang tinggi, bahkan hingga ke langit Piala Dunia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search