Duet Ketua PCM Wonokromo dan Ngagel Resmi Nahkodai Masjid Syuhada’

Penyerahan surat keputusan dan pelantikan Takmir Masjid Syuhada’ Ngagel Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya resmi melantik struktur kepengurusan baru Takmir Masjid Syuhada’ pada Senin (25/5/2026), yang bertepatan dengan 8 Zulhijah 1447 H. Pelantikan ini menandai babak baru pengelolaan rumah ibadah strategis di Jl. Ngagel No. 143C tersebut melalui kolaborasi perdana antara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo dan PCM Ngagel.

Secara geografis, Masjid Syuhada’ berada di posisi unik yang menjembatani wilayah pelayanan PCM Wonokromo dan PCM Ngagel. Menyadari potensi besar tersebut, PDM Kota Surabaya mengambil langkah strategis dengan mengambil alih langsung pengelolaan masjid, yang sebelumnya dikelola secara mandiri oleh lima tokoh masyarakat setempat tanpa struktur formal yang terintegrasi.

Melalui kebijakan ini, PDM Kota Surabaya mempercayakan amanah Ketua Takmir kepada Ir. H. Lukman Rahim (Ketua PCM Wonokromo), didampingi H. A. Zaini, M.Pd. (Ketua PCM Ngagel) sebagai Wakil Ketua.

Struktur kepengurusan baru ini juga diperkuat oleh unsur Pimpinan PDM Surabaya serta melibatkan jajaran Majelis Tabligh dan majelis terkait lainnya. Prosesi pelantikan dipimpin langsung secara khidmat oleh Ketua PDM Kota Surabaya, Dr. Muhammad Ridwan, M.Pd., dengan dihadiri oleh jajaran pleno PDM Kota Surabaya.

Tiga Pilar Program Unggulan Masjid Syuhada’

Merespons arahan dan nasihat dari Ketua PDM Surabaya, Ketua Takmir terpilih, Ir. H. Lukman Rahim, menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan besar. Ia menjelaskan bahwa takmir baru telah merumuskan visi-misi yang bertumpu pada tiga pilar utama:

  1. Pusat Dakwah Berkemajuan dan Ramah Musafir. Masjid Syuhada’ akan dikembalikan pada fungsi hakikinya sebagai pusat dakwah dan kaderisasi, bukan sekadar tempat ibadah rutin semata. Masjid ini diproyeksikan menjadi pusat pengkaderan generasi muda, penyiapan khatib dan imam, kajian keislaman terstruktur, pembinaan komunitas, pelatihan Qori’Mu, hingga optimalisasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ).

“Kami berkomitmen penuh untuk memakmurkan masjid ini. Masjid Syuhada’ harus ramah singgah bagi para musafir. Kami akan menyediakan tempat istirahat, kamar mandi, dan fasilitas tidur yang nyaman,” ujar Lukman.

  1. Revitalisasi Infrastruktur dan Estetika Bangunan. Untuk menunjang kenyamanan jemaah, takmir akan melakukan perbaikan fasilitas secara menyeluruh (upgrade total). Rencana fisik mencakup penggantian kipas angin dengan AC, perbaikan tata cahaya, penataan interior agar lebih estetik, pengecatan ulang (repaint), hingga mendesain ulang fasad (tampak depan) serta membangun menara agar Masjid Syuhada’ tampil ikonik di kawasan Ngagel.
  2. Penerapan Manajemen Modern Berbasis Kontrol Terpadu. Sistem manajemen modern akan diterapkan demi memastikan tata kelola sektor keuangan yang transparan, pengelolaan kegiatan yang terukur, serta peluncuran program-program strategis yang berorientasi pada peningkatan jumlah jemaah.

Melalui sinergi solid antara PCM Wonokromo dan PCM Ngagel, dengan pengawalan langsung dari PDM Kota Surabaya serta Majelis Tabligh, Masjid Syuhada’ kini bersiap bertransformasi menjadi mercusuar dakwah Islam berkemajuan yang nyaman, makmur, dan modern di Kota Pahlawan. || Munahar

 

Tinggalkan Balasan

Search