SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi (SMK Mutu) Malang kembali mengoleksi prestasi. Kali ini, El Rafa Nazril Wahyu Pratama, siswa Kelas XI jurusan TKR 2 (Teknik Kendaraan Ringan) berhasil membawa pulang penghargaan dari Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Woodball Jawa Timur 2026 di Kediri. Ia sukses meraih Juara 3 (Medali Perunggu) dalam Kategori Stroke U18.
Rafa sendiri merupakan salah satu siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler woodball yang ada di SMK MUTU, sekaligus memperkuat kontingen U18 kabupaten Malang.
Ditemui di ruang terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Mutu Gondanglegi, Terminatono Yogi, S.Or, MPd memaparkan, capaian prestasi ini merupakan titik awal dari pencapaian luar biasa berikutnya. Ia berharap agar prestasi yang diraih El Rafa bisa menjadi motivasi siswa lain untuk mengikuti jejak keberhasilan ini. Ia juga berharap agar ke depannya, cabang olahraga woodball ini bisa terus berkembang baik dan semakin diminati.
“Capaian juara ini semoga bisa menjadi motivasi besar bagi seluruh siswa untuk terus berlatih keras, meningkatkan prestasi, dan meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa mendatang dan mengharumkan nama SMK MUTU Gondanglegi Malang,” ujar Yogi.
Kejurprov II Woodball Jawa Timur 2026, Jum’at – Ahad (23–25/10/ 2026) merupakan salah satu kompetisi resmi terbesar yang diadakan oleh Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Association (IWbA) Jawa Timur bekerja sama dengan KONI dan Pemkab Kediri.
Pertandingan ini diikuti oleh 406 atlet dari 21 kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur. Woodball sendiri merupakan salah satu cabang olahraga luar ruangan yang permainannya mirip dengan golf, sehingga pertandingannya pun diselenggarakan di lapangan terbuka area halaman belakang Kantor Pemkab Kediri.
Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten Kediri Dr. Mohamad Solikin, M.AP mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, serta dihadiri oleh Ketua Umum Pengprov IWbA Jatim Ali Kuncoro dan Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata.
Dalam sambutannya, Dr. Mohamad Solikin, M.AP menyambut baik acara yang dilaksanakan di Kediri. Menurutnya, pertandingan woodball ini bukan hanya sekedar ajang persaingan memperoleh gelar juara belaka. Akan tetapi, sejatinya ini adalah momen membangun karakter pemuda dan jiwa sportif para peserta dan juga officialnya.
“Sebagai olahraga baru,Woodball bukan sekadar ajang meraih kemenangan, melainkan media membangun karakter pemuda dan jiwa sportif. Olahraga ini membutuhkan fokus serta strategi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Solikin. (rizka sri wulandari)
