Islam adalah agama yang menjadikan belajar sebagai jalan menuju kemuliaan. Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah perintah Iqra’ (bacalah), sebuah isyarat bahwa kehidupan seorang Muslim seharusnya dipenuhi semangat menuntut ilmu sejak lahir hingga akhir hayat.
Saya meminjam konsep empat pilar pendidikan sepanjang hayat (UNESCO’s concept of lifelong learning 1996) untuk memudahkan penalarannya.
- Learning to know mengajarkan pentingnya mencari ilmu. Dalam Islam, ilmu menjadi cahaya yang membimbing manusia membedakan yang benar dan yang salah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (QS. Az-Zumar: 9).
- Learning to do mengingatkan bahwa ilmu tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus diamalkan, terutama untuk diri sendiri dan bermanfaat untuk orang lain. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Ilmu yang tidak diwujudkan dalam amal hanya akan menjadi pengetahuan yang kehilangan makna.
- Learning to be selaras dengan tujuan Islam dalam membentuk manusia berakhlak mulia. Pendidikan bukan sekadar mencetak orang pintar, tetapi juga pribadi yang jujur, amanah, rendah hati, dan bertanggung jawab.
- Learning to live together mengajarkan hidup berdampingan dengan damai. Islam menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, saling menghormati, dan bekerja sama dalam kebaikan, meskipun hidup di tengah keberagaman.
QS Al Hujurat: 13 : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Pada akhirnya, pendidikan terbaik adalah pendidikan yang menumbuhkan ilmu, menggerakkan amal, membentuk akhlak, dan mempererat persaudaraan (ukhuwah).
Ketika empat pilar tersebut dipadukan dengan nilai-nilai Islam sebagaimana empat karakter manusia unggul yang melekat pada diri Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, yakni Siddiq (jujur, berintegritas), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh ( menyampaikan wahyu Allah) dan Fathonah (cerdas, pembelajar lintas keilmuan), maka lahirlah manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, bermanfaat, dan menjadi rahmat bagi semesta alam.
Wallahu a’lam bisshawab.
