Khotbah Jumat: Enam Misi Rasulullah SAW

Enam Misi Rasulullah SAW
*) Oleh : Moh. Helman Sueb, M.A
Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat dan Anggota Majlis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat.
www.majelistabligh.id -

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

Hadirin yang berbahagia !

Alhamdulillah, pada hari ini, kita dapat berkumpul di majelis yang berbahagia ini. Kita  masih diberikan kesehatan dan kesempatan Allah Subhaanahu wa Ta’ala untuk menambah amal kebaikan.  Oleh karena itu, tiada langkah yang terbaik, kecuali kita meningkatkan ketakwaan dan kesyukuran kita kepada-Nya.

Kita yakin, jika kita bersyukur kepada-Nya, pasti Dia  akan menambah nikmat-Nya, dari apa yang pernah kita lakukan dan tidak akan dilupakan, dan akan  diberi balasan yang lebih baik. Semoga shalawat serta Sallam tetap terlimpah kepada junjugan  kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi was Sallam, yang telah menunjukkan ;jalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa Ta’ala.

Hadirin  yang berbahagia  !

Nabi Muhammad Shaallahu‘Alayhi was Sallam, diutus Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan membawa misi yang mulia, misi ini harus  kita pahami agar kita dapat mengembannya sebagai pelanjut risalah beliau. Paling tidak di dalam Al Qur-an disebutkan enam misi  yang diemban beliau. Misi yang pertama:  Memperkenalkan Allah yang patut disembah. Mengenalkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala merupakan hal yang sangat penting, karena dalam hidup ini harus menyembah Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Tuhan tempat bergantung semua  makhluk.

Ironisnya, betapa banyak  orang yang mengagungkan selain-Nya, bahkan menyekutukan-Nya. Apalagi di era digital ini, ada yang menjadikan harta, kedudukan dan jabatan, wanita sebagai Tuhan-tuhan baru yang diagungkan, sehingga lupa dengan Tuhan yang sebenarnya yakni Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang patut disembah.

Semua Nabi bertugas mempekenalkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala  kepada umatnya agar mereka tidak tersesat. Allah Subhaanahu wa Ta;ala  berfirman :
وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِىٓ إِلَيْهِ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدُونِ
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku,maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. QS.Al-Anbiya: 25

Ayat ini menjelaskan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, yang patut diibadahi, dan inilah tugas para Rasul untuk menyampaikannya kepada kaum mereka, termasuk Nabi muhammad Shalallahu ‘Alayhi was Sallam.

Hadirin  yang berbahagia !

Misi Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi was Sallam yang kedua adalah:  Menegakkan Agama. Menegakkan agama berarti meluruskan yang salah, mengajak kembali ke jalan yang benar yang telah menyimpang. Di sisi lain, kita melanjutkan misi Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi was Sallam, harus memperjuangkannya. Memperjuangkan dengan bentuk mengamalkan ajaran Islam serta mendakwakan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita membela agama Allah, maka Dia akan membela dan memenangkan agama-Nya

Sebagaimana diterangkan dalam firman-Nya :
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ
“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama  meskipun orang-orang musyrik membenci”.QS.Ash-Shof : 9

Hadirin  yang berbahagia  !

Misi Rasulullah Shallahu ‘Alayhi was Sallam, yang ketiga adalah:  Membawa berita gembira dan peringatan. Beliau memberitahukan bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan memberikan pahala surga kepada orang yang beramal saleh dan mengadzab serta memasukkannya ke dalam neraka bagi yang berdosa. Pembalasan ini, merupakan bentuk keadilan Allah Subhaanahu wa Ta’ala kepada para hamba-Nya, bagi mereka yang taat akan mendapatkan tempat kenikmatan surga dan bagi pendosa akan dapatkan neraka sebagai gambaran tempat penderitaan.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
“(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” QS.An Nisa’ :165

Hadirin yang berbahagia !

Misi Rasulullah  Shalallahu ‘Alayhi was Sallam yang keempat adalah:  Memberikan keteladanan yang baik. Untuk menjalani kehidupan yang baik, manusia membutuhkan keteladanan, karenanya para Rasul jelas memberikan teladan bagi manusia. Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi was Sallam, beliau orang yang pemaaf, dermawan, berani, menolong orang lain, jujur dan banyak lagi yang patut dicontoh.

Oleh karena itulah para pelanjut patut meneladani pribadi beliau yang merupakan misi dari tugas Rasul. Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.QS. Al Ahzab : 21

Hadirin yang berbahagia !
Misi Rasulullah Shalallahu ‘Alayhi was Sallam yang kelima adalah: Mengatasi perselisihan. Bangsa Arab memiliki kebiasaan suka bertengkar sebab masalah yang sepele. Ketika Rasulullah Shalaallahu ‘Alayhi was Sallam, diutus di tengah-tengah bangsa Arab, beliau mendamaikan kaumnya seperti kaum Khazraj dan Aus, bahkan dipersaudarakan.

Memang naluri manusia itu suka berselisih, karena itu para Rasul ditugaskan untuk mengatasi perselisihan uamatnya, para pelanjutnyapun memiliki tugas yang sama. Sebagaimana firman  Allah Subhaanahu wa Ta’ala:
وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. QS. An Nahl: 64

Hadirin yang berbahagia!
Misi Rasulullahu ‘Alayhi was Sallam yang keenam adalah:  Menyelamatkan manusia dari kesesatan. Meskipun Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah memberikan petunjuk, tetapi masih banyak manusia yang memilih jalan kesesatan dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, misi para Rasul, termasuk Rasululllah Shalallahu ‘Alayhi was Sallam adalah menyelamatkan mereka dari jalan kesesatan tersebut. Demikian pula yang harus  dilakukan oleh pelanjut dakwah.

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :
هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ
“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatanyangnyata”. QS. Al Jumu’ah : 2

Hadirin  yang  berbahagia  !
Di saat  bangsa Arab tenggelam dalam beribadah kepada berhala  yang bermacam-macam namanya, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi was Sallam, memeprkenalkan mendakwahkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala,  sebagai Tuhan yang patut disembah. Beliau juga memberikan tauladan di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Di samping itu, beliau menunjukkan jalan yang benar  agar manusia tidak tersesat hidupnya. Inilah  di antara misi yang dibawa Rasulullah Shalallahu ‘ Alayhi was Sallam.
بَارَكَ ا للهُ  لِيْ  وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ   وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمَِا فِيْهِ مِنْ ذِكْرِ ا لحَكِيْمِ  إِ نَّهُ  هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْم

Khotbah  Kedua :

الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Hadirin yang berbahagia  !
Alhamdulillah, misi yang telah dibawa Rasulullah Shalallahu ‘ Alayhi was Sallam, sang pendobrak segala kemunkaran dan mendakwahkan kebaikan di mana beliau berada. Beliau memberikan teladan pada umatnya, menunjukkan dari jalan kesesatan menuju jalan yang benar. Beliau suka mendamaikan kaumnya yang berselisih , serta menghakimi dengan adil, memberikan uswatun hasanah di tengah pergaulan hidup, yang patut ditiru oleh pelanjut dakwah dan umatnya.

Semoga kita dapat mentauladani  beliau dalam menghadapi problema kehidupan yang fana’ ini. Marilah kita berdoa, agar kita menjadi  hamba-Nya yang senantiasa berada di jalan kebenaran.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا
إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Tinggalkan Balasan

Search