Khotbah Jumat: Kiat Menggapai Ketenangan

Kiat Menggapai Ketenangan
*) Oleh : Moh. Helman Sueb ,M.A.
Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat & Anggota Majelis Tabligh PCM Babat
www.majelistabligh.id -
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِل لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى نَبِيِّنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالَاهُ, وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.أَما بَعْد
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
 فَيَا عِبَادَ اللهِ ! أُوصِيْكُمْ بِنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Hadirin  yang berbahagia !
Alhamdulillah, Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang yang beriman, agar iman mereka bertambah-tambah. Kita patut bersyukur  dapat berkumpul di majelis yang berbahagia dengan  merendahkan diri di hadapan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan berbagai macam nikmat yang kita tidak akan mampu menghitungnya.
Shalawat serta salam, semoga tetap terlimpah kepada junjungan kta nabi Muhammad Shalallhu alayhi was Sallam, yang telah menunjukkan dari jalan kegelapan  menuju jalan yang terang-benderang, sehingga kita mantap di dalam mengamalkan ajaran Islam.
Hadirin  yang  berbahagia!
Ketenangan hidup tentu sangat dicari, karena kesenangan saja tidaklah cukup. Betapa banyak orang yang senang dengan harta, ilmu, jabatan , sawah ladang, tetapi tidak mendapatkan ketenangan, karena mereka tidak ingat kepada Dzat yang memberi kelebihan tersebut.  Oleh karena itulah  dalam khotbah ini, akan disampaikan hal-hal yang dapat kita lakukan agar dapat menggapai ketenangan hidup.
Menurut Al Qur’an, paling tidak ada lima kiat yang  harus kita lakukan.
Pertama:  Dzikrullah, sebagaimana diterangkan Allah Subhaanahu wa Ta’ala dalam QS Ar Ra’du: 28
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Ketenangan dapat dimiliki orang yang beriman, jika mereka selalu mengingat Allah. Mengingat Allah dapat dengan hati, lisan, perbuatan, dan hal. Selama ini banyak dipahami mengingat Allah Subhaanahu wa Ta’ala, tidak hanya dengan hati dan  lisan. Tetapi dapat kita lakukan dengan perbuatan. Misalnya kita selalu berbuat yang baik, dan menjauhi yang perbuatan yang mendatangkan murkanya. Langkah positif serta berlomba dalam kebaikan ini sebenarnya bentuk mengingat-Nya dengan perbuatan.
Bagaimana mengingat Allah Subhaanahu wa Ta’ala dengan hati? Maka contohnya, kepedulian kita kepada sesama yang membutuhkan bantuan, kemudian kita tutup kebutuhan itu, dan banyak perbutan yang serupa dengannya.
Hadirin   yang  berbahagia   !
Kiat  menggapai  ketenangan yang Kedua : Berjuang di jalan Allah. Berjuang di jalan-Nya merupakan bentuk pembelaan kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala dan bukti kecintaan kepada-Nya,  sebagaimana firman-Nya. QS Al Anfal: 10
وَمَا جَعَلَهُ اللّٰهُ اِلَّا بُشْرٰى وَلِتَطْمَىِٕنَّ بِه قُلُوْبُكُمْۗ وَمَا النَّصْرُ اِلَّا مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
“Dan tidaklah Allah menjadikannya  melainkan sebagai kabar gembira agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.”
Ketika kita berjuang di jalan Allah, yakinlah kita pasti mendapat pertolongan dari Allah Subhaanahu wa Ta’ala, yang kedatangannya menenangkan hati kita. Sebagaimana para sahabat yang dulu terjun di medan peperangan. Keyakinan dan kebersamaan kita dengan Allah, akan menjadikan diri kita akan mendapat ketenangan hati. Di samping itu,  Allah Subhaanahu wa Ta’ala  akan menguji para hamba-Nya  yang sedang berjuang.
Hadirin yang  berbahagia   !
Kiat  menggapai ketenangan yang ketiga: Berpikir tentang ciptaan Allah Subhaanahu wa ta’ala.
Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa, karena manusia selalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya, tetapi bila merasakan kelemahan menjadi takut  dan tidak  tenang. Oleh karena itu memperhatikan  ciptaan Allah, hati menjadi tenang, Oleh karena itu dengan melihat bukti-bukti kekuasaan-Nya, sebagaimana dalam surat Ali Imron :
ان فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
 “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” (QS. Ali Imran: 190
Dalam ilmu mantiq { logika ) manusia disebut sebagai Al insaana hayawanun nathiqun, manusia adalah hewan  yang berpikir “. Mafhumnya tanpa menggunakan pikiran  secara aktif dan benar, niscaya manusia  layaknya sama dengan hewan belaka. Kaerena itulah, dalam mempertimbangkan benar tidaknya ucapan, sikap, tindakam, dapat ditempuh dengan berpikir, sehingga dengan kebenaran yang kita lakukan menjadi yakin yang akan membawa ketenangan.
Hadirin  yang  berbahagia!
Kiat menggapai ketenangan  yang keempat  adalah Bersyukur.
Bersyukur adalah pandai menggunakan  nikmat-nikmat Allah Subhaanahu wa Ta’ala sesuai dengan kehendak-Nya. Setiap pribadi muslim akan memanfaatkan otak yang ajaib, untuk berpikir dan mendorong  tindakan-tindakan yang sesuai dengan kehendak Allah Subhaanahu wa Ta’ala.
Ibrahim :7
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.
Kesyukuran kita kepada nikmat Allah SwT. melalui berpikir itulah membuat hati kita  menjadi tenang, dan tidak akan melangkah  pada hal-hal yang menyimpang dari aturan Allah’
Hadirin yang berbahagia!
 Kiat menggapai ketenangan  yang kelima: Yakin  ketenangan itu dapat meningkatkan iman. Sebagaimana  firman Allah . QS.Al Fath : 4
هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ فِى قُلُوبِ ٱلْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوٓا۟ إِيمَٰنًا مَّعَ إِيمَٰنِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
 “Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana”
Kita meyakini Allah Subhaanahu wa Ta’ala yang memberikan ketenangan, maka dengan keyakinan yang kuat, kita akan memohon pertolongan agar diberi ketenangan dalam mengarungi samodra kehidupan yang tidaak kekal, ketika kita sedang gelisah, cenmas, gundah gulana, sebab hal ini, jelas akan menganggu kehidupan kita.
Hadirin  yang  berbahagia!
Ketenangan sesuatu yang kita cari dalam kehidupan dunia. Tanpa keteanangan kita  akan cepat gelisah, jika langkah kita menyimpang dari aturan Allah  Subhaanahu  waTa’ala.
Sebenarnya orang yang berpaling dari Allah, hanya akan  menyusahkan dirinya, sebab , dai akan dilupakan Allah, sehingga jauh dari petunjuk –Nya, sehingga apa yang dilakukannya berada di persimpangan jalan. Semoga kita selalu berada pada petunjuk-Nya.
بَارَكَ ا للهُ  لِيْ  وَلَكُمْ فيِ االْقُرْأَ نِ ا لْعَظِيْمِ   وَنَفعَنِيْ وَ إِ يَّا كُمْ بمِا فِيْهِ مِنْ ذِكْرِ ا لحَكِيْمِ  إِ نَّهُ  هُوَ السَّمِيْعُ ا لْعَلِيْم
Khutbah  Kedua :
الْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد
Hadirin  yang  berbahagia  !
Alhamdulillah, marilah kita selalu berada dalam petunjuk, sehingga kita  tetap dalam petunjuk dan perlindungannya. Oleh karena itulah, hendaknya kita berlaku sabar, dan selalu memohon kekuatan Allah Subhaanahu wa Ta’ala, agar dijauhkan dari malapetaka kehidupan.
Mari kita saling mendoakan, saling mengingatkan dan melakukan hal-hal yang diperintah Allah dan Rasul-Nya. Marilah kita berdoa, agar kita menjadi  hamba-Nya yang senantiasa berada di jalan kebenaran.
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، ٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا
إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Tinggalkan Balasan

Search