Haedar Nashir: Jadikan Pekerjaan sebagai Ladang Ibadah

Haedar Nashir
www.majelistabligh.id -

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan pentingnya menempatkan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah di hadapan Allah Swt. Menurutnya, tujuan bekerja bukan sekadar mencari rezeki materi, melainkan juga sarana meraih pahala dan keberkahan hidup.

Pesan menyejukkan tersebut disampaikan Haedar dalam ceramah usai salat zuhur berjamaah bersama karyawan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (23/6/2026).

Haedar menuturkan, jika hidup hanya diorientasikan untuk mengejar materi, seseorang berpotensi menjadi pribadi yang kaku dan kehilangan makna kehidupan yang sesungguhnya.

“Kalau hidup hanya mengejar uang, nanti manusia bisa menjadi keras. Padahal hidup tidak hanya soal itu. Kita perlu menanyakan kembali, dari semua kehidupan ini, kita mau ke mana?” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap manusia lahir dengan anugerah fitrah dari Allah Swt, berupa kecenderungan untuk bertauhid, beriman, dan beragama. “Saya yakin, setiap orang di dalam dirinya pasti memiliki keyakinan akan adanya Tuhan, meskipun ada yang tidak tumbuh dalam bimbingan agama,” jelas Haedar.

Merawat Iman Melalui Ibadah dan Akhlak

Meski terlahir sebagai muslim adalah sebuah anugerah, Haedar menegaskan bahwa pemahaman keagamaan harus terus diperdalam seiring kedewasaan. Iman dan ibadah merupakan proses dinamis yang wajib dijalani dengan kesadaran penuh.

Menurutnya, ibadah berperan besar dalam memberi arah pada kehidupan agar setiap aktivitas manusia memiliki nilai yang lebih luhur. Bahkan, perbuatan sederhana pun bisa bernilai pahala, seperti:

  • Senyuman tulus kepada sesama.
  • Mengulurkan bantuan kepada yang membutuhkan.
  • Menunjukkan sikap baik dalam berinteraksi sehari-hari.

Di lingkungan kerja, Haedar mengajak seluruh karyawan untuk membangun budaya saling membantu tanpa terjebak pada batasan sekat birokrasi atau otoritas semata. “Dalam pekerjaan, kita harus ringan hati, saling membantu, tidak hanya berpegang pada otoritas masing-masing,” tegasnya.

Haedar menekankan bahwa profesionalisme sejati tidak melulu berbicara soal keahlian dan imbalan, melainkan tentang kesungguhan, tanggung jawab, dan integritas dalam menjaga amanah. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search