Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) bersama Lembaga Pengembang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (LP-UMKM PWM) Jawa Barat sukses menggelar Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 di Hall Evermos Center, Jalan Dago, Kota Bandung, pada Ahad (9/8/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Ekosistem Usaha Berkemajuan: Mewujudkan Industrialisasi Indonesia” dihadiri oleh 150 pengusaha serta pelaku ekonomi dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
Pimpinan SUMU sekaligus Wakil Ketua LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ghufron Mustaqim, menegaskan bahwa industrialisasi merupakan satu-satunya jalur (eskalator) yang dapat mengangkat masyarakat menuju kemakmuran yang sesungguhnya.
“Kemakmuran tidak akan pernah tercapai tanpa industrialisasi. Industrialisasi adalah eskalator yang harus kita naiki bersama. Tanpa industrialisasi, kita akan terus berjalan di tempat, bahkan tertinggal. SUMU hadir untuk memastikan bahwa pengusaha Muhammadiyah tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor utama dalam proses industrialisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ghufron menjelaskan bahwa forum konsolidasi ekosistem bisnis Muhammadiyah bukanlah sekadar ajang pertemuan biasa, melainkan gerakan strategis untuk membangun rantai nilai (value chain) yang utuh. Menurutnya, tanpa integrasi antara hulu dan hilir, pengusaha Muhammadiyah akan terus bergerak di sektor-sektor tradisional.
“Kita tidak bisa lagi membiarkan pengusaha Muhammadiyah berjuang sendiri-sendiri. Kita harus menyatukan mereka dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dari hulu ke hilir. Dari petani sampai ke industri pengolahan. Dari produsen kecil sampai ke pasar ekspor. Itu yang sedang kita bangun melalui SUMU. Dan Jawa Barat, dengan potensi ekonominya yang luar biasa, harus menjadi lokomotifnya,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris LP-UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen untuk menciptakan rantai nilai bersama.
“Tantangan utama kita bukan pada jumlah pelaku usaha, tetapi pada bagaimana kita mengonsolidasikan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi bersama. Kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan pasar adalah kunci untuk menciptakan ekosistem yang produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, MAg menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kopdar SUMU Jawa Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat gerakan ekonomi Muhammadiyah di Jawa Barat. Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Muhammadiyah.
“Kopdar seperti ini penting karena mempertemukan orang-orang yang memiliki potensi dan semangat yang sama. Dari pertemuan dan silaturahmi ini harus lahir kerja sama nyata, usaha yang semakin besar, lapangan pekerjaan yang semakin luas, dan manfaat yang semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan dan penggerak ekonomi Muhammadiyah, di antaranya Koordinator Wilayah SUMU Jawa Barat sekaligus Ketua LP-UMKM PWM Jawa Barat, Ardi Fajar Gunawan serta Koordinator Nasional Serikat Imers Muhammadiyah, Ilham Taufiq Mulyadi.
Selain talkshow dan diskusi interaktif, Kopdar SUMU Jawa Barat 2026 juga diisi dengan sesi presentasi pengenalan usaha sekaligus penawaran peluang kolaborasi dari 23 pengusaha anggota SUMU di wilayah Jawa Barat. Sesi tersebut menjadi ruang bagi para pengusaha untuk memperkenalkan produk dan layanan, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama secara langsung dengan peserta lainnya.
Melalui Kopdar SUMU Jawa Barat 2026, SUMU mendorong agar kekuatan ekonomi Muhammadiyah tidak berhenti pada besarnya jumlah pelaku usaha, tetapi berkembang menjadi ekosistem bisnis yang terintegrasi, produktif, dan berdaya saing. Kopdar ini diharapkan menjadi langkah penting bagi lahirnya lebih banyak kemitraan strategis, perluasan pasar, penguatan rantai pasok, serta kolaborasi bisnis yang memberikan peran strategis dalam mendorong industrialisasi Indonesia sebagai satu-satunya eskalator menuju kemakmuran yang berkelanjutan dan berkeadilan. (soleh)
