Hari Kartini: Kemendikdasmen Bahas Partisipasi Perempuan di Pendidikan dan Kerja

Hari Kartini: Kemendikdasmen Bahas Partisipasi Perempuan di Pendidikan dan Kerja
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggelar Diskusi Publik dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini diikuti oleh sekitar 50 pemuda dan pelajar dari berbagai latar belakang, bertempat di Hotel Grand Zuri BSD, Kota Tangerang.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran internal Kemendikdasmen, di antaranya Kepala Biro Umum dan PBJ Herdiana serta Ketua Tim Kerja Kemitraan Direktorat Pendidikan Non Formal dan Pendidikan Informal Desi Elvera Dewi.

Selain itu, hadir pula perwakilan Poros Pelajar yang menyuarakan perspektif generasi muda. Mereka adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Dany Rahmat Muharram, Ketua Bidang Organisasi Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Muhammad Ghulam Dhofir, serta Ketua Bidang Pendidikan, Pemberdayaan, dan Pengembangan SDM Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Qathrun Nada.

Dalam pembukaan diskusi, Herdiana menyoroti kiprah perempuan yang kian menonjol, baik di tingkat nasional maupun global. Ia mencontohkan sejumlah tokoh perempuan inspiratif yang telah memberi dampak luas.

“Seperti contohnya Najwa Shihab di dunia jurnalistik dan Malala Yousafzai yang menjadi pejuang perempuan dari Pakistan yang meraih Nobel Perdamaian,” ujar Herdiana.

Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari proses panjang perjuangan perempuan. Di Indonesia, semangat emansipasi itu diwariskan oleh Kartini yang hingga kini tetap relevan.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Desi Elvera Dewi. Ia mengakui adanya kemajuan signifikan dalam partisipasi perempuan, khususnya di bidang pendidikan. Namun, ia juga menyoroti masih adanya ketimpangan pada sektor lain.

“Meskipun partisipasi pendidikan perempuan tinggi, terdapat penurunan partisipasi dalam pasar kerja dan sektor sosial-ekonomi. Banyak perempuan yang telah menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, namun tidak seluruhnya berlanjut ke dunia kerja,” tambah Desi.

Diskusi ini semakin kaya dengan pandangan dari kalangan pelajar yang tergabung dalam Poros Pelajar. Mereka menekankan pentingnya peran aktif generasi muda dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Ketua Umum PP IPM, Dany Rahmat Muharram, menekankan perlunya pemerataan pendidikan yang berkualitas sebagai fondasi kesetaraan di ruang publik. Ia juga mengajak pelajar untuk lebih aktif dan kritis dalam berkontribusi terhadap dunia pendidikan.

“Peran aktif pelajar dan masyarakat untuk berpikir kritis, khususnya pelajar sekarang sudah menjadi subjek untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas,” tukas Dany.

Sementara itu, Muhammad Ghulam Dhofir mendorong pelajar, terutama perempuan, untuk mengenali potensi diri dan berani mengembangkan kapasitasnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri melalui berbagai cara.

“Pelajar perlu tahu minat mereka di mana, supaya dapat mengembangkan diri. Bisa mulai sendiri dengan self branding kalau sudah percaya diri, atau bisa join dengan komunitas seperti IPM, IPNU, atau IPPNU. Membaca juga sangat diperlukan sebagai langkah awal untuk memperluas wawasan dan meningkatkan diri,” kata Ghulam.

Di sisi lain, Qathrun Nada mengajak pelajar perempuan untuk merefleksikan semangat Kartini melalui tiga aspek utama: agensi intelektual, percakapan kolektif, dan refleksi kritis. Menurutnya, ketiga hal tersebut menjadi kunci dalam memperkuat posisi perempuan di ruang publik.

“Para pemuda khususnya pelajar perempuan untuk mendobrak fenomena male mainstream, yaitu dominasi laki-laki di ruang publik,” kata Nada.

Melalui kegiatan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan dan mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih luas. Upaya ini juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya pada poin keempat terkait penguatan sumber daya manusia. (*/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

Search