Jakarta Jadi Ibu Kota Teraman dan Terukun Kedua di ASEAN

Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar.
www.majelistabligh.id -

Menteri Agama (Menag) Prof. KH. Nasaruddin Umar menyatakan bahwa DKI Jakarta kini menempati posisi sebagai ibu kota kedua paling aman dan terukun di Asia Tenggara. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tengah berada di puncak kerukunan antarumat beragama, berdasarkan penilaian objektif dari berbagai lembaga dan data kuantitatif independen.

Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Kick Off Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk terus merawat dan menyebarkan energi positif mengenai harmoni yang telah terbangun di tanah air.

“Berdasarkan data kuantitatif dan penilaian lembaga independen luar, bukan dari Kementerian Agama, bangsa kita saat ini berada di puncak kerukunan sepanjang tahun 2025–2026. Ditambah lagi, DKI Jakarta terpilih sebagai ibu kota kedua teraman dan terukun di Asia Tenggara,” ujar Nasaruddin.

Menurut Menag, capaian membanggakan ini harus dijaga bersama agar Indonesia tetap menjadi kiblat harmoni di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku bangsa. Ia berharap berbagai ajang keagamaan nasional dapat terus memperkokoh semangat persatuan dan nilai-nilai toleransi.

Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) ini berdasarkan laporan Global Residence Index dengan skor keamanan 0.72, tepat berada di bawah Singapura yang meraih skor 0.90. Ibu kota Indonesia ini juga diakui sebagai salah satu wilayah dengan kerukunan yang tinggi di kawasan.

Setelah Jakarta, posisi berturut-turut ditempati oleh Bangkok, Vientiane, Hanoi, Kuala Lumpur, Phuket, Ho Chi Minh City, Phonm Penh, dan Manila.

Pencapaian ini menempatkan Jakarta di atas kota-kota besar lain di kawasan ASEAN seperti Bangkok dan Kuala Lumpur. Sedangkan pencapaian itu meliputi:

  • Indikator Penilaian: Penilaian meliputi tingkat kriminalitas yang terkendali, stabilitas keamanan, serta keselamatan publik.
  • Peran Masyarakat: Menurut keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, keberhasilan ini tidak terlepas dari tingginya toleransi dan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search