Berada di bawah terik sinar matahari pagi yang menyengat tak menyurutkan niat ratusan warga Krembangan dan sekitarnya untuk memadati Lapangan Bangunsari, Surabaya.
Pada Jumat pagi (23/10/2026) tepat pukul 07.30 WIB, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menggalang kebersamaan lintas ormas dan elemen masyarakat dalam gelaran Salat Istisqa guna memohon petunjuk serta guyuran hujan rahmat dari Allah Swt.
Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan begitu terasa di lokasi acara. Kegiatan spiritual ini menjadi momen langka yang menyatukan berbagai tokoh agama, aparatur negara, hingga para pelajar. Tampak hadir di tengah-tengah jamaah, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Narto, serta tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surabaya, KH Mansyur. Kehadiran mereka menegaskan kuatnya rasa persaudaraan dan solidaritas antarumat Islam dalam menghadapi ujian kemarau panjang.

Tidak hanya dari kalangan dewasa, kepedulian terhadap kondisi lingkungan ini juga ditunjukkan oleh generasi muda. Ratusan murid dari SD Muhammadiyah 11 (SDM 11) dan murid sekolah Muhammadiyah lainnya turut memadati shaf salat.
Secara keseluruhan, total jamaah yang hadir diperkirakan mencapai ribuan orang. Jumlah tersebut terdiri dari 350 siswa SD, 310 siswa SMP, 200 jamaah NU, serta sekitar 800 jamaah Muhammadiyah yang datang tidak hanya dari Krembangan, tetapi juga dari kawasan tetangga seperti Asemrowo dan Bubutan.
Bertindak sebagai khatib, Ustaz Mujaddid, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya kesadaran spiritual di tengah cobaan alam. Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa kemarau bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan momentum bagi umat manusia untuk melakukan tobat nasionaI dan memperbanyak istighfar agar Allah Swt berkenan menurunkan rahmat-Nya.
Ustaz Mujaddid mengingatkan bahwa Al-Qur’an secara tegas menghubungkan antara permohonan ampunan kepada Allah dengan diturunkannya hujan serta melimpahnya keberkahan hidup. Mengutip firman Allah melalui kisah Nabi Nuh AS dalam Al-Qur’an:
“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu…’”
Melalui seruan khotbah tersebut, seluruh jamaah diajak untuk merenungkan kembali perbuatan sehari-hari dan meningkatkan kualitas ketakwaan. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara khusyuk. Dengan tangan tertadah dan penuh ketundukan, ribuan warga yang memadati Lapangan Bangunsari berharap agar langit Surabaya segera dicurahi hujan yang membawa keteduhan, kesegaran, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. || Furkan Abidin Ali
