K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya Gelar Pelatihan Bendahara

Peserta dan pembicara pelatihan bendahara sekolah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar Pelatihan Bendahara Sekolah di Hotel Ledon, Surabaya, pada 18–19 September 2026. Kegiatan ini diikuti 31 peserta dari 26 SD/MI Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

Mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Pengelolaan Keuangan yang Tertib, Transparan, Akuntabel, dan Berkemajuan”, acara ini bertujuan mengasah kemampuan bendahara dalam menyusun administrasi serta laporan keuangan sesuai standar Persyarikatan Muhammadiyah.

Selama kegiatan, peserta mendapat pendampingan langsung dari pengurus K3S dan delapan narasumber Lembaga Pembinaan dan Pengawasan Keuangan (LPPK) PDM Kota Surabaya.

Acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PDM Kota Surabaya Ustaz Dikky Syadqomullah, M.Hes.; Ketua K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya Ustaz Priyo Sasongko, M.Pd.; serta koordinator acara Ustaz Rohim, S.H., M.Pd.

Dalam sambutannya, Ustaz Dikky menekankan pentingnya sinergi antara kepala sekolah dan bendahara.

“Kepala sekolah dan bendahara itu bagaikan dua kaki yang harus berjalan bersama. Dalam hal keuangan, keduanya harus melangkah seiring dan saling mendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap keputusan kepala sekolah wajib ditindaklanjuti bendahara sesuai prosedur. Sementara itu, LPPK tidak hanya bertugas mengaudit, tetapi juga membina sekolah dalam memperbaiki tata kelola keuangan.

Majelis Dikdasmen dan PNF terus mendorong penerapan sistem keuangan yang tertib dan modern, mulai dari transaksi, pencatatan, hingga pelaporan. Dalam mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Ustaz Dikky mengajak seluruh pihak membangun kebersamaan, saling mendukung, dan bertanggung jawab. Tata kelola yang baik diyakini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap AUM.

Dosen Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (AIKA) UMSURA tersebut turut mengapresiasi agenda ini. Ia berharap pengelolaan keuangan SD/MI Muhammadiyah di Surabaya mampu menjadi barometer bagi daerah lain.

Pada hari pertama, Jumat (18/9/2026), peserta membekali diri dengan materi penguatan administrasi, penyusunan rencana anggaran, pencatatan transaksi, pengelolaan bukti pertanggungjawaban, hingga penyusunan laporan keuangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung penyusunan neraca awal sekolah serta penatausahaan transaksi keuangan untuk periode satu bulan bersama tim LPPK.

Sebagai penutup sesi pertama, peserta mengikuti refleksi dan menerima penugasan untuk hari kedua. Melalui pelatihan intensif ini, pengelolaan keuangan SD/MI Muhammadiyah di Kota Surabaya ditargetkan menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel. || Mursiah

 

Tinggalkan Balasan

Search