Kak Rika dan Mulia Hangatkan Peringatan Maulid Nabi di SD Muhammadiyah 29 Surabaya

Kak Rika dan Mulia menghibur siswa SD Muhammadiyah 29 Surabaya dalam peringatan Maulid Nabi. (ist)
www.majelistabligh.id -

Gelak tawa dan sorak antusias ratusan siswa memenuhi halaman SD Muhammadiyah 29 (Mudalan) Surabaya pada Senin (24/8/2026). Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw yang diikuti seluruh murid dari kelas I hingga VI tersebut berlangsung meriah, hangat, dan sarat nilai kepedulian.

Sejak pagi, suasana sekolah sudah tampak berbeda. Acara yang dirancang untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah saw ini dikemas secara kreatif dan interaktif, menggabungkan keceriaan, edukasi moral, hingga aksi kemanusiaan nyata.

Kemeriahan puncak acara terpancar saat sesi mendongeng dimulai. Kak Rika hadir di atas panggung bersama Mulia—boneka edukatif pengisi acara yang menggemaskan dan pandai berinteraksi.

Lewat teknik ventrilokuisme (seni berbicara tanpa menggerakkan bibir sehingga suara tampak berasal dari sumber lain) yang ciamik, dialog jenaka antara Kak Rika dan Mulia berhasil menyedot perhatian penuh seluruh murid. Ekspresi lucu Mulia serta celotehannya yang spontan berulang kali memancing tawa riuh para siswa.

Namun, di balik sajian yang menghibur, dongeng tersebut menyelipkan ajaran hidup yang mendalam. Kisah-kisah keteladanan Nabi Muhammad saw disampaikan melalui bahasa anak yang sederhana, mengajarkan pentingnya sifat jujur, penyayang, serta rendah hati.

“Mengenalkan sosok Rasulullah kepada anak-anak tidak cukup hanya dengan ceramah satu arah. Melalui media dongeng yang interaktif seperti Kak Rika dan Mulia, nilai-nilai akhlakul karimah dapat masuk ke sanubari anak secara alami tanpa terkesan memutaguyuri,” ujar pimpinan SD Mudalan di sela-sela kegiatan.

Tak berhenti pada dongeng, nilai keteladanan tersebut langsung dipraktikkan secara nyata. Dalam rangkaian acara yang sama, para siswa diajak untuk saling berbagi makanan serta menggalang donasi kemanusiaan guna membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu per satu murid menyisihkan sebagian uang saku mereka ke dalam kotak donasi yang disiapkan.

“Meneladani Nabi berarti meniru kepedulian beliau kepada sesama. Hari ini anak-anak tidak hanya belajar tertawa dan mendengar cerita, tetapi juga belajar merasakan empati saudara-saudaranya di NTT yang sedang tertimpa musibah,” tambahnya.

Melalui perpaduan aksi sosial, edukasi, dan hiburan bermakna ini, SD Mudalan Surabaya berkomitmen untuk terus membina karakter murid secara utuh. Peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat dimulai dari hal kecil di lingkungan sekolah, diwujudkan lewat tindakan nyata, dan ditularkan kepada sesama. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search