Kematian Itu Lebih Dekat dari yang Kita Kira

*) Oleh : Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
www.majelistabligh.id -

Suatu hari nanti nama kita juga akan diumumkan. Dan saat hari itu tiba, yang tersisa bukan tentang seberapa kita dikenal di dunia, tapi amal baik apa yang pernah kita lakukan diam-diam selama hidup.

Kita semua sedang berjalan menuju akhir yang sama. Cepat atau lambat, dunia akan tetap berjalan, meski tanpa kita.

Saat itu, yang paling berarti bukan apa yang kita miliki, tapi amal baik yang pernah kita usahakan, doa yang pernah kita langitkan, dan setiap langkah untuk kembali kepada Allah, meski berkali-kali jatuh di tengah jalan.

Firman Allah,

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ ۗ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّقُوْلُوْا هٰذِهٖ مِنْ عِنْدِكَ ۗ قُلْ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۗ فَمَا لِ هٰۤؤُلَآ ءِ الْقَوْمِ لَا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ حَدِيْثًا

“Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muhammad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?” (QS An-Nisa’ 4: 78)

Karena hidup ini tidak selamanya, maka selama masih diberi waktu, mari pelan-pelan memperbaiki diri, selagi pintu taubat masih terbuka.

Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Search