Kemenag Dorong Integrasi Sains dan Nilai Agama Moderat

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Syafi’i.
www.majelistabligh.id -

Kementerian Agama (Kemenag) terus memperkuat ekosistem pendidikan Islam di tanah air. Strategi memadukan perkembangan sains dan teknologi dengan nilai keagamaan yang moderat menjadi kunci Kemenag untuk mencetak generasi muda yang kompetitif sekaligus berakhlak mulia demi menyongsong Visi Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo Syafi’i, saat meresmikan Gedung Kampus Al-Azhar Cimanggis Golf Estate (CGE) di Depok, Sabtu (11/7/2026).

Di tengah laju disrupsi digital yang bergerak cepat, Romo Syafi’i menilai penyiapan generasi penerus yang adaptif dan berdaya saing global sudah menjadi urgensi. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa kemajuan intelektual wajib ditopang oleh fondasi spiritual yang kokoh.

“Kita sedang bergerak menuju visi besar Indonesia Emas 2045. Tantangan ke depan tidaklah mudah. Era disrupsi teknologi dan digitalisasi menuntut kita untuk mempersiapkan anak-anak dengan kompetensi abad ke-21,” ujar Romo Syafi’i dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Wamenag menekankan bahwa aspek kognitif atau kecerdasan intelektual saja tidak akan cukup untuk menjawab tantangan masa depan jika tidak dibarengi dengan kematangan emosional dan spiritual.

“Tanpa dilandasi fondasi keimanan, ketakwaan, serta karakter moral yang kuat, kemajuan teknologi justru bisa membawa dampak yang merusak,” pesan Wamenag di hadapan jajaran pemerintah daerah, alim ulama, tokoh masyarakat, dan wali murid yang hadir.

Oleh karena itu, Kemenag menyambut baik dan mendukung penuh lembaga pendidikan Islam yang konsisten menerapkan model kurikulum terintegrasi. Pendidikan agama yang berwatak moderat (tawasut) dinilai mampu menjadi oase bagi masyarakat yang mendambakan layanan pendidikan bermutu tinggi serta harmonis dengan kemajuan ilmu pengetahuan modern.

Kemenag juga berharap kehadiran sarana prasarana yang semakin modern ini tidak sekadar menjadi kemegahan fisik, melainkan berfungsi optimal sebagai pusat keunggulan (center of excellence). Sekolah Islam diharapkan menjadi kawah candradimuka yang melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.

Melalui sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat, Kemenag optimistis para peserta didik akan tumbuh menjadi generasi yang tafaqquh fiddin (memiliki pemahaman agama yang mendalam). Di saat yang sama, mereka juga diharapkan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi, toleran dalam keberagaman, serta siap bersaing di kancah internasional. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search