Kemenag Jateng Apresiasi Diksuskamad Muhammadiyah

Pembukaan Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region Jawa Tengah 1. (ist)
www.majelistabligh.id -

Sebanyak 231 kepala madrasah Muhammadiyah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti Pendidikan Khusus Kepala Madrasah (Diksuskamad) Region Jawa Tengah 1. Pelatihan terpadu yang berlangsung pada 24–27 September 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Karanganyar ini digelar untuk mencetak pemimpin lembaga pendidikan yang berwawasan global, inovatif, dan berdaya saing tinggi.

Inisiatif Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tersebut mengusung tema “Menguatkan Mutu untuk Mewujudkan Madrasah Muhammadiyah Unggul Berwawasan Global”.

Saat membuka acara, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah sekaligus Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi, M.Pd., menekankan pentingnya keberanian kepala madrasah untuk keluar dari zona nyaman.

“Kepala madrasah tidak cukup hanya menjalankan rutinitas administrasi. Di tengah perubahan pendidikan yang kompleks, mereka harus proaktif membaca peluang, membangun jejaring, dan menciptakan terobosan kreatif tanpa melulu menunggu instruksi atau fasilitas datang,” tegas Iwan.

Iwan menyoroti empat aspek kompetensi utama yang wajib diperkuat: akademik, sosial, kepribadian, dan kewirausahaan. Ia juga mendorong pengenalan kurikulum khas berbasis nilai Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang selaras dengan kemampuan global, salah satunya melalui pemanfaatan buku pelajaran dwibahasa (bilingual) terbitan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah.

“Setelah Diksuskamad, peserta tidak boleh pulang dengan tangan kosong. Mereka harus merumuskan dan menonjolkan keunggulan spesifik di madrasah masing-masing agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” tambahnya.

Dukungan Penuh dan Sinergi Kemenag Jateng

Penyelenggaraan Diksuskamad ini mendapat apresiasi positif dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penma) Kanwil Kemenag Jateng, Amin Handoyo, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini beririsan langsung dengan agenda Kemenag dalam meningkatkan mutu, tata kelola, dan kualitas pendidikan Islam.

“Apa yang dilakukan Majelis Dikdasmen sangat sejalan dengan visi-misi Kemenag dalam mengakselerasi mutu madrasah, khususnya di Jawa Tengah. Forum ini juga menjadi ruang berharga untuk saling berbagi pengalaman antar-kepala madrasah,” ujar Amin yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jateng.

Amin menegaskan komitmen Kemenag Jateng untuk memberikan pelayanan yang transparan, berkeadilan, serta memperluas sinergi dengan jaringan madrasah Muhammadiyah yang memiliki potensi sangat besar.

Dari Pelatihan Menuju Aksi Nyata

Ketua Duta Madrasah Muhammadiyah, Marjianti, menjelaskan bahwa Diksuskamad dirancang bukan sekadar pelatihan formal, melainkan titik awal perubahan konkret di lapangan.

Pascapelatihan, para peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang aplikatif. Fokus utamanya mencakup penyusunan strategi Penerimaan Murid Baru (PMB) yang terukur, penguatan manajemen berkelanjutan, serta peningkatan prestasi siswa di tingkat nasional hingga internasional.

Acara pembukaan Diksuskamad Region Jateng 1 ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, pengurus wilayah dan daerah Jawa Tengah serta Karanganyar, Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), beserta tamu undangan lainnya. || sholihin fanani

 

Tinggalkan Balasan

Search