Kemendikdasmen Pantau Lulusan SMK di Dunia Kerja

Kurikulum terintegrasi, lulusan SMK siap memasuki dunia kerja. (ist)
www.majelistabligh.id -

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi merilis program Penelusuran Tamatan (Tracer Study) SMK 2026. Lewat Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kemendikdasmen menyempurnakan tiga instrumen utama demi memperoleh data perjalanan lulusan kejuruan yang lebih valid, akurat, dan terukur.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa Tracer Study SMK 2026 memetakan sejumlah indikator krusial. Indikator tersebut mencakup persentase lulusan yang bekerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan, masa tunggu kerja, hingga tingkat kesesuaian antara bidang keahlian di sekolah dengan dunia kerja.

“Semakin akurat dan mutakhir data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan yang disusun. Ujungnya adalah peningkatan mutu pendidikan vokasi, tingginya daya serap lulusan di dunia kerja, serta terwujudnya Pendidikan Bermutu untuk Semua,” tegas Tatang di Jakarta.

Tatang menegaskan, keberhasilan Tracer Study membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dinas pendidikan, balai vokasi, sekolah, Bursa Kerja Khusus (BKK), dinas ketenagakerjaan, hingga dunia usaha dan industri. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan program ini sebagai gerakan bersama.

“Kepada para Kepala SMK, jadikan program ini sebagai budaya peningkatan mutu berkelanjutan. Data ini jangan berhenti sebagai laporan statistik belaka, melainkan jadi feedback untuk memperbaiki pembelajaran, memperkuat kemitraan industri, dan memastikan kompetensi siswa menjawab kebutuhan pasar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, merincikan empat poin utama penyempurnaan instrumen tahun ini:

  • Penambahan Indikator Baru: Memasukkan persepsi dunia industri terhadap kualitas lulusan SMK.
  • Perbaikan Metodologi Sampling: Menambah jumlah sampel agar data lebih representatif terhadap populasi.
  • Pembaruan Aplikasi: Mengembangkan sistem pendukung yang lebih efektif dan ramah pengguna.
  • Penguatan Verifikasi & Koordinasi: Menerapkan mekanisme verifikasi ketat demi menjaga validitas data, disertai koordinasi intensif antarlembaga.

Melalui pembaruan sistem dan kolaborasi ini, Arie optimistis pendataan di lapangan dapat berjalan lancar.

“Kami berharap seluruh pelaksana di lapangan memiliki kesamaan persepsi. Dengan begitu, Tracer Study SMK 2026 menghasilkan data berkualitas tinggi sebagai dasar pengambilan kebijakan vokasi ke depan,” pungkas Arie. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search